Harian Haluan

Harianhaluan.com

Di Penangkaran Penyu Ampiang Parak, Penyandang Disabilitas Diberi Perlakuan Khusus

Di Penangkaran Penyu Ampiang Parak, Penyandang Disabilitas Diberi Perlakuan Khusus
Penyandang disabilitas mendapat pelayanan khusus oleh petugas LTC saat mengunjungi Penangkaran Penyu Ampiang Parak, Kecamatan Sutera. Okis Mardiansyah 
PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Obyek Wisata Penangkaran Penyu Ampiang Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, memberikan pelayanan khusus bagi penyandang disabilatas yang ingin berkunjung ke tempat itu.
 
Ketua Laskar Turtle Camp (LTC) Ampiang Parak Haridman, mengatakan, hal itu dilakukan karena minimnya tempat wisata yang menyediakan ruang khusus bagi penyandang disabilitas atau anak berkebutuhan khusus (ABK).
 
"Upaya ini kami lakukan sebagai dorongan bagi tempat-tempat wisata lainnya yang ada di Pesisir Selatan. Sebab, dewasa ini kami melihat sangat minim sekali tempat wisata yang menyediakan ruang khusus bagi penyandang disabilitas," katanya pada Haluan, Selasa (11/6).
 
Ia menjelaskan, idealnya pengelola tempat wisata di Pessel mesti memberikan ruang khusus bagi penyandang disabiltas untuk menikmati tempat wisata yang ia kunjungi. Sebab, bagaimanapun mereka harus mempunyai tempat yang sama dengan pengunjung wisata lainnya.
 
"Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada penyandang disabilitas atau ABK. Petugas kami sudah mendapat pelatihan tentang etika berinteraksi dengan tuna wicara, tuna rungu dan penderita gangguan fungsi tubuh lainnya. Khusus tuna wicara, kami mempunyai dua petugas (satu laki-laki dan satu perempuan). Sedangkan penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda, mereka dapat pelayanan khusus dari seorang fasilitator nantinya," ujarnya. 
 
Haridman menyebutkan, pihaknya akan terus mendorong pengelola tempat wisata ataupun pelaku usaha agar bisa menjadikan tempat-tempat wisata di Pesisir Selatan mempunyai ruang khusus bagi penyandang disabilitas.
 
"Sebenarnya memang tidak ada aturan yang mengikat. Tapi, kami akan mendorong hal ini menjadi sebuah aturan, sehingga pemilik ataupun pengelola tempat wisata bisa mentaati aturan tersebut. Kami juga butuh dukungan semua pihak termasuk pemerintah daerah melalui dinas terkait lainnya," tutur pemuda mantan wartawan Haluan ini.
 
Menurut dia, penyandang disabilitas atau anak berkebutuhan khusus (ABK) mempunyai hak yang sama dengan manusia lainnya. Mereka juga ingin berkembang dan menikmati hari libur seperti orang lain pada umumnya.
 
"Jadi, ini merupakan PR bagi kami semua, agar kedepan lebih memperhatikan penyandang disabilatas ataupun anak berkebutuhan khusus (ABK). Apalagi saat ini Pesisir Selatan tengah gencarnya mempromosikan keindahan alam dan lautnya dengan julukan Negeri Sejuta Pesona," ucapnya sambil tersenyum. (h/kis)

 Sumber : Okis /  Editor : HSP


Ikuti kami di