Harian Haluan

Harianhaluan.com

Penghuni Lapas Sawahlunto Hasilkan Produk Bernilai Jual

Penghuni Lapas Sawahlunto Hasilkan Produk Bernilai Jual
Warga binaan Rutan Sawahlunto tengah memamerkan hasil kerajinannya yang telah banyak minat dan pemesanannya. RIKI YUHERMAN 
SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Meski harus menjalani hukuman akibat pelanggaran hukum dilakukannya, warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Kota Sawahlunto tetap bisa berkreasi menghasilkan kerajinan yang bernilai jual. Hampir semua napi sibuk dengan kegiatan usaha seperti usaha meibel, kerajinan tangan, las terali, paving blok, cucian mobil, penagkaran anggrek dan burung cinta (love bird).
"Dalam waktu dekat ini kita juga mau buka usaha laundry dan warung kopi," ujar Kepala Rutan Sawahlunto, Subhan Maliq kepada Haluan.
 
Semua kegiatan itu dimodali melalui koperasi Rutan, dimana setiap keuntungan penjualan produk akan dibagi untuk napi itu sendiri dan juga untuk koperasi yang sisa hasil usahanya juga untuk anggota koperasi yang ada.
"Setiap napi kita buka rekening tabungan masing masing. Jadi hasil penjualan akan langsung masuk ke buku tabungan atau rekening masing masing napi. Harapannya ini bisa sebagai modal baginya saat keluar nanti," tuturnya.
 
Adapun tujuan dari semua aktivitas yang dikembangkan lanjut Subhan, adalah untuk mengisi waktu dengan berbagai kegiatan positif yang dampaknya akan dapat menjadi pengalaman  dan modal skil bagi napi untuk menapaki hidup setelah keluar penjara nantinya. Selain itu sebutnya, juga memberikan keyakinan kepada masyarakat dan warga binaan untuk saling percaya.
"Masyarakat mau menerima mantan napi dan begitu sebaliknya mantan napi menjadi percaya diri bisa diterima kembali dilingkungan masyarakatnya," ujarnya.
 
Sementara itu Rully salah satu warga binaan Rutan Sawahlunto yang saat ini menekuni usaha kerajinan tangan sangat merasakan manfaat yang luar biasa. Meski awalnya sebagai kegiatan kemandirian untuk mengisi waktu, saat ini telah merasakan manfaat ekonomi dari kegiatan yang dilakukannya.
"Suntuk hilang, ini juga akan jadi bekal atau modal saya untuk bisa menjalani hidup kedepannya saat bebas nanti," katanya.
 
Disinggung terkait keahliannya dalam membuat kerajinan tangan Rully menyebutkan, keterampilan yang didapat adalah turunan dari napi napi sebelumnya, namun lebih dikembangkan sehingga lebih menarik dan bernilai jual.
"Dari kawan kawan yang pernah ditahan juga, belajar lalu dikembangkan, terlebih dukungan dan kesempatan yang diberikan oleh Kepala Rutan, sehingga kami bisa mengembangkan keterampilan ini," ujarnya yang juga diamini oleh napi lainnya, Ance dan Asri.
 
Adapun produk yang dihasilkan oleh warga binaan Rutan Sawahlunto diantaranya, kerajinan dari kertas koa berupa guci, keranjang buah, bebek bebek an, kap lampu tidur, tempat minuman kaleng, toples kue dan lainnya. Sementara kerajinan dari gulungan koran bisa dibuat, miniatus kapal kapalan, kabuik, miniatur motol. Kerajinan dari batok kelapa berupa cincin, gelang, cangklong, asbak miniatur binatang dan lainnya. Tempat baca Alquran dan miniatur bangunan dari stik es krim. Perca kain songket menjadi dompet jahit manual, pertukangan kayu, batako, paving blok, seni las berupa rak rak pot bunga dan lainnya. (h/rki)

Reporter : Riki Yuherman /  Editor : HSP


Ikuti kami di