Harian Haluan

Harianhaluan.com

KAMKA Sumbar Gelar Halal Bihalal, Minta Pemerintah Bantu Korban Gunung Sinabung

KAMKA Sumbar Gelar Halal Bihalal, Minta Pemerintah Bantu Korban Gunung Sinabung
Halal Bihalal Keluarga Besar Muslim Karo (KAMKA) Provinsi Sumatera Barat. 

PADANG, HARIANHALUAN.COM-Keluarga Besar Muslim Karo (KAMKA) Provinsi Sumatera Barat meminta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Sumatera Utara meningkatkan perhatian terhadap masyarakat di Kabupaten Karo yang terkena dampak erupsi Gunung Sinabung yang telah mengalami erupsi sejak tahun 2010 dan belum juga berakhir hingga saat ini.

"Kita mengapresiasi Pemerintah yang telah peduli dengan masyarakat Karo terkena dampak erupsi selama ini, namun kita berharap perhatian Pemerintah semakin ditingkatkan karena bencana alam tersebut terus terjadi hampir 9 tahun ini,” ujar Ketua Umum KAMKA Sumbar, Jimmi Syah Putra Ginting dalam sambutannya pada  Halal bi Halal Keluarga Besar Muslim Karo (KAMKA)  Provinsi Sumatera Barat, di Restoran Dapur Mbok Gendhuk Purus Padang, 16 Juni 2019.

Dukungan anggaran APBN sangat diperlukan  agar masalah sosial, seperti : kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya tidak menjadi masalah baru setelah relokasi penduduk terjadi. Kesemuanya ini perlu jadi perhatian bersama sebab 9 tahun dirundung bencana berdampak psikologis bagi masyarakat.

“Secara khusus, kami berharap agar Presiden Jokowi berkenan turun langsung ke Tanah Karo untuk melihat kondisi masyarakat di Kabupaten Karo dan memberikan semangat serta dukungan kepada masyarakat di sana yang terkena dampak bencana”, ujar Ketua Umum KAMKA Sumbar.


Halal bi Halal yang dihadiri oleh masyarakat etnis Karo dari berbagai Kabupaten/Kota se Sumatera Barat, juga dihadiri da’i dari berbagai etnis Mandailing Natal, Aceh, Nias, dll  yang tergabung dalam IDSUA (Ikatan Da’i Sumatera Utara dan Aceh).

Dalam kesempatan tersebut, Jimmi Syah Putra Ginting juga menghimbau agar kewaspadaan terhadap prilaku LGBT menjadi perhatian bersama. 
Tugas kita sebagai warga di Sumatera Barat adalah memastikan setiap keluarga kita dapat diedukasi dari bahaya LGBT dan memaksimalkan peran da’i melalui da’wah (baik melalui ceramah agama  maupun tulisan) ke tengah-tengah ummat. Serta para pendidik di sekolah maupun di perguruan tinggi menekankan bahaya LGBT kepada peserta didiknya. "Dengan demikian, LGBT menjadi tantangan yang dihadapi bersama-sama, bukan hanya dibebankan kepada Pemerintah daerah”, ujarnya.

Buya Muhammad Alimi yang  memberikan tausiyah agama, meminta da’i dan anggota KAMKA dapat terus menjaga ukhuwwah Islamiyah. “Jaga terus silaturrahim sebab dengan silaturrahim, Insya Allah membuka pintu rizqi dan memperpanjang usia”, ujar Buya.
Dalam kesempatan tersebut, KAMKA menyerahkan Al Qur’an kepada yang hadir dan  menyerahkan bantuan biaya Pelatihan Pembinaan Muallaf di Bogor bagi Pengurus IDSUA. (*)

 Sumber : RE /  Editor : DODI N


Ikuti kami di