Harian Haluan

Harianhaluan.com

Jelang Pilgub Sumbar 2020, Sentimen Cebong - Kampret Berpotensi Jadi Komoditas

Jelang Pilgub Sumbar 2020, Sentimen Cebong - Kampret Berpotensi Jadi Komoditas
 

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Kendati Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto telah berjabat tangan dan menyatakan perdamaian, namun perseteruan antara pendukung kedua belah pihak, setidaknya di tingkat lokal, belum akan usai. Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, M. Taufik menilai sentimen 01-02 berpotensi kembali dijadikan komoditas untuk mendulang suara pada Pilgub Sumbar 2020 mendatang.

"Secara nasional, setidaknya di permukaan, ketegangan itu sudah berakhir. Namun, yang jadi pertanyaan, apakah hal ini juga berlaku di tingkat lokal? Saya rasa belum sepenuhnya. Di Sumbar sendiri, menurut saya, sentimen cebong-kampret ini masih berpotensi kembali dikapitalisasi oleh pihak-pihak tertentu untuk mendulang suara pada Pilgub 2020 mendatang," ujarnya kepada Haluan, Rabu (31/7).

Sekalipun demikian, ia menilai masyarakat Sumbar sudah cukup cerdas untuk bisa termakan isu-isu seperti itu. Menurutnya, faktor figur masih memegang peranan penting dalam Pilgub Sumbar 2020.

"Semuanya kembali ke masyarakat Sumbar itu sendiri. Tapi saya pikir, figur masih menjadi faktor penentu. Jika bakal calon punya figur yang kuat dan kesan mendalam pada masyarakat Sumbar, dari kubu manapun dia berasal, saya rasa tidak akan terlalu jadi masalah," tuturnya.


Pandangan berbeda diutarakan oleh pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand), Asrinaldi. Ia menyebut, kemungkinan dimanfaatkannya kembali sentimen 01-02 terbilang sangat kecil. Hal ini juga tak terlepas dari pergerakan partai-partai di Sumbar yang diprediksi akan dinamis.

"Menurut saya, koalisi parpol pada pilgub akan bergerak secara dinamis. Parpol pengusung Jokowi bisa saja mendekat ke pengusung Prabowo. Pun sebaliknya. Lawan bisa jadi kawan dan kawan bisa jadi lawan. Jadi, isu-isu 01-02 sudah tidak relevan lagi untuk digunakan. Kalaupun ada, paling hanya segelintir orang yang akan memanfaatkannya," kata dosen FISIP Unand itu.

Namun ia setuju dengan pendapat M. Taufik bahwa figur akan faktor penentu pada Pilgub Sumbar 2020. "Figur dan rekam jejak bakal calon saya pikir akan menjadi penentu, terlepas dari apakah dia berasal dari kubu Jokowi maupun Prabowo," katanya. (h/mg-dan)

Reporter : Dani /  Editor : HSP


Tags
pilkada
Ikuti kami di