Harian Haluan

Harianhaluan.com

Unik! Rumah Warga di Bukittinggi Ini Tidak Punya Jalan Masuk

Unik! Rumah Warga  di Bukittinggi Ini Tidak Punya Jalan Masuk
Unik juga. Terlihat rumah ini tidak mempunyai akses jalan masuk di belakang gedung rawat inap Ambun Suri RSAM Bukittinggi, Kamis (22/8). YURSIL 

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM- Satu unit rumah milik warga, tidak mempunyai akses jalan masuk di belakang gedung rawat inap Ambun Suri Rumah Sakit Ahmad Mukhtar (RSAM) Bukittinggi.

Pantauan Harianhaluan.com di lokasi, posisi rumah menjorok ke dalam lingkungan  RSAM. Namun pihak RSAM mengakui status tanah dan bangunan itu memang milik yang punya rumah.

Kini di sekeliling rumah telah berdiri tembok setinggi 2 meter ditambah dengan kawat berduri di atasnya. Tembok di sebelah kiri, kanan  dan di depan itu  dibuat oleh pihak RSAM, sedangkan bagian belakang terhalang oleh rumah  penduduk.

Sepintas, rumah itu memang tidak layak huni, pasalnya untuk dapat memasuki rumah tersebut, penghuni harus memakai tangga baik untuk naik maupun tangga turun yang diletakkan di tembok pagar  rumah sakit.


Salah seorang rekanan RSAM bernama Wanola yang mengaku memborong pembuatan pagar mengatakan, dilokasi itu dulunya merupakan perumahan IPDN milik Pemprov Sumbar, namun beberapa tahun lalu asset pemprov itu di hibahkan ke pihak RSAM.

"Setelah dihibahkan, pihak RSAM membuat ruangan rawat inap Ambun Suri," kata Wanola kepada Haluan di lokasi, Kamis (22/8).
Untuk menjaga keamanan dilingkungan rumah sakit jelasnya, maka pihak manajemen RSAM membuat tembok  di sekeliling rumah sakit, akibatnya rumah tersebut tidak mempunyai akses masuk maupun keluar.

"Tembok sekeliling rumah sakit dibuat sepanjang 186 meter pada tahun 2018 lalu. Tujuannya untuk menjaga keamanan dilingkungan rumah sakit," jelasnya.

Ia menyayangkan, selama ini rumah dan tanah seluas 134 meter itu tidak diurus oleh pemiliknya. Sewaktu akan membuat tembok pemilik rumah sudah dikasih tahu namun ia  tidak pernah datang melihat.

Terpisah, Direktur RSAM dr. Khairul Said mengakui tembok itu dibuat untuk menjaga  keamanan lingkungan rumah sakit.

"Status tanah dan bangunan itu memang kepunyaan pemilik rumah, kalau pemilik rumah ingin membuat jalan, harus ke belakang," katanya melalui selular.

Ia menambahkan, jika pemilik rumah nantinya mau menjual rumah dan tanahnya itu, maka pihak rumah sakit bersedia membelinya.

Sampai berita ini diturunkan,  belum dapat konfirmasi dari pemilik rumah. Namun dari informasi yang diterima Haluan rumah tersebut dihuni oleh pegawai honorer. (h/ril)

Reporter : RIL /  Editor : DNJ


Ikuti kami di