Harian Haluan

Harianhaluan.com

13 Hektare Lahan di Kabupaten Sijunjung Terbakar

13 Hektare Lahan di Kabupaten Sijunjung Terbakar
KEBAKARAN LAHAN - Personil BPBD Sijunjung dibantu personil pemadam Kebakaran, aparat TNI dan Polri berusaha memadamkan kebakaran Lahan di Kecamatan IV Nagari, Sabtu (24/8). IST 

SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung ingatkan masyarakat untuk mewaspadai kebakaran hutan yang bisa saja terjadi saat musim panas seperti sekarang ini.

Kondisi cuaca yang panas dalam beberapa minggu terakhir ini sangat berpotensi memunculkan karhutla dan semua pihak harus saling mendukung untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan.

"Kita sekarang ini mulai memasuki musim panas sehingga perlu mendapat perhatian semua pihak, terutama masyarakat yang berkebun di sekitar kawasan hutan untuk lebih berhati-hati dalam membersihkan lahan perkebunan," kata Kepala BPBD Sijunjung Hardiwan SP, Minggu (25/8).

Hardiwan menjelaskan bahwa selama bulan agustus 2019 ini, berdasrkan data Pihak BPBD telah mencatat setidaknya kurang lebih 13 hektare lahan yang mengalami kebakaran di wilayah Kabupaten Sijunjung ini.

“Di Kenagarian Pematang Panjang Kecamatan Sijunjung seluas 2 hektare, Kenagarian Padang Laweh Kecamatan Koto VII Seluas 2 hektare, Kenagarian Buluh Rotan bulu rotan 1,5 hektare, Nagari Koto Tuo 1.5 hektare, Kenagarian Palangki Kecamatan IV Nagari palangki 2 hektare dan di kecamatan Kamang baru sebanyak 1,5 hektare dan Pdg. Tarok 2.5 hektare dengan total semuanya 13 hektare lahan yang terbakar di wilayah Kabupaten Sijunjung,” jelasnya.

Guna mengantisipasi bencana musim panas kali ini, Hardiwan menambahkan jajaran BPBD kabupaten berkoordinasi dengan Dinas Pol-PP dan Damkar serta aparat TNI dan Polri tetap siaga, terutama untuk mencegah dan mengatasi kebakaran hutan yang bisa terjadi karena kelalaian manusia. "Hentikan aktivitas membersihkan lahan kebun dengan membakar sisa-sisa rumput," ingatnya.

Masyarakat perokok juga diminta untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama ketika berada di lahan gambut atau lahan yang mudah terbakar. “Kemudian, apabila karhutla diakibatkan kesengajaan tentunya akan mendapatkan sanksi hukuman. Kesengajaan membakar hutan sanksinya hukuman penjara 15 tahun, denda Rp15 miliar sebagaimana yang tertuang dalam UU No.41/1999,” tambahnya.

Kesengajaan membakar lahan perkebunan, sanksinya hukuman penjara minimal tiga tahun dan denda maksimal Rp10 miliar sebagaimana tertuang dalam UU No.32/2009. “Semoga pengurangan risiko bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sijunjung dapat diminimalisir, bahkan tidak ada ‘hotspot’ sama sekali,” tandasnya. (h/ogi)

Reporter : Ogi /  Editor : HSP


Tags
Peristiwa
Ikuti kami di