Harian Haluan

Harianhaluan.com

LKN 2019, Dini Julia Putri Boyong Gelar Juara Harapan Nasional

LKN 2019, Dini Julia Putri Boyong Gelar  Juara Harapan Nasional
Dini Julia Putri, siswa SMK PP Negeri Padang  Mengatas, Kabupaten Limapuluh Kota bersama Kepala Sekolah dan Pembimbing. IST 

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM- Dini Julia Putri, siswa SMK PP Negeri Padang  Mengatas, Kabupaten Limapuluh Kota, sukses mengukir prestasi  di tingkat Nasional.

Dengan Karya Inovatif  berjudul "Daun Benta (Leersia hexandra) Sebagai Alternatif Pengganti Antibiotik pada Ayam Pedaging",  Dini Julia Putri  meraih Juara harapan tiga LKN (Lomba Karya Inovatif Nasional) 2019  yang dilaksanakan oleh Badan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian RI, dilaksanakan di Bogor, Kamis.

Kepala sekolah Syarbaini, S.Pt, MP, Kepala program keahlian drh. M. Rekhnin Kamil, Pembimbing Novri, S.Pt, Gr, dan segenap keluraga besar SMK yang berlokasi  di kaki  Gunung Sago  itu menyambut keberhasil siswanya dengan penuh rasa syukur. "Alhamdulillah, dari 6 finalis tingkat SMK se Indonesia,  siswa kita mendapatkan juara harapan 3," jelasnya. 

Kepala sekolah memberikan support sebelum siswanya tampil tampil mempresentasikan karya inovatif Dini Julia Putri dengan judul Daun Benta (Leersia hexandra) Sebagai Alternatif Pengganti Antibiotik pada Ayam Pedaging.

Daun Bonto bahasa Minangkabau, daunaun benta (bonto)  mengandung antioksidan, Saponin dll. sehingga dapat membunuh bakhteri dan menurunkan tegangan permukaan sehingga banyak yang bisa dibersihkan olehnya.

Penelitian yang telah dilaksanakan siswa SMK PPN  Padang Mengatas itu memberikan 5 % dari jumlah pakan yg dikonsumsi ayam potong
Dari hasil penelitian ayam yangg siap potong, setelah 21 SD 28 hari ayam potong lebih segar dan FCR ( feed consumtion rate) menjadi lebih rendah dari pada yang hanya diberi pakan jadi. Artinya,  ini  lebih efisien dan lebih menguntungkan peternak ayam broiler.

Penelitian ini baru awal sehingga memang perlu penelitian lebih lanjut sehingga dapat formula yang lebih baik.
Tetapi  itu pun sudah membantu peternak ayam broiler.

Selain dari itu,  semenjak akhir tahun 2018 pemerintah sudah memberlakukan tidak boleh lagi menambahkan antibiotika dalam pakan sebagai growth promotor. 

Oleh sebab itu pabrik obat dan peternak ayam (unggas) sedang mencari prebiotik dan probiotik sebagai penganti antibiotik tersebut. "Nah daun Bonto merupakan calon  prebiotik yg mudah, murah dan telah menunjukkan hasil yang baik. Semoga nanti bakal ada dilanjutkan penelitian ini di sekolah atau ditempat lain, sehingga bisa dijadikan sebagai prebiotik massal," jelas Novri, S.Pt, Gr, pembimbingnya.

Peluang tersebut terbuka lebar, apa lagi  rumpuik banto  sudah merupakan bahan obat-obatan bagi masyarakat Minangkabau dari sejak dulunya. "Semoga bermanfaat dan jadi kenyataan nantinya dan SMK PP N Padang Mengatas  yang mempunyai program keahlian agribisnis ternak dapat jadi melanjutkan penelitian ini,"  ujar Kepala program keahlian drh. M. Rekhnin Kamil. (dn)

 Sumber : RL /  Editor : DNJ


Ikuti kami di