Harian Haluan

Harianhaluan.com

Terima Penghargaan, Inilah PNS Dibalik Sukses Penetapan OCMHS

Terima Penghargaan, Inilah PNS Dibalik Sukses Penetapan OCMHS
Rahmat Gino Sea Games terima penghargaan. (Foto: Fadil) 

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM-Penetapan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS) menjadi Warisan Dunia oleh UNESCO, tidak bisa begitu saja terjadi dengan sendirinya. Ada tangan-tangan tersembunyi yang ikut andil dalam pencapaian tersebut.

Agaknya hal itu yang mendorong Pemerintah Sawahlunto mengganjari 2 aparatur sipil negara (ASN) pada Dinas Kebudayan, Permuseuman dan Peninggalan Bersejarah Sawahlunto dengan penghargaan.

Kedua ASN tersebut, Rahmat Gino Sea Games dan Dedi Yolson, yang menerima piagam penghargaan atas pencapaian kinerjanya, sehingga Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO, dalam sidang ke 43 Komite Warisan Dunia, di Baku Azerbaijan, Juli lalu.

Penghargaan yang diteken langsung Walikota Sawahlunto, Deri Asta itu, juga diserahkan langsung Walikota Sawahlunto, Deri Asta dan Wakil Walikota, Zohirin Sayuti kepada Rahmat Gino Sea Games dan Dedi Yolson, Sabtu (7/9).

Baik Rahmat Gino Sea Games maupun Dedi Yolson kepada Haluan, mengaku tidak ingin tampil ke depan. Bagi mereka, mendukung pencapaian Sawahlunto menuju pentas dunia merupakan amanah sebagai aparatur sipil negara.

“Banyak tangan sebenarnya yang ikut andil. Namun kami juga tidak tahu atas pertimbangan yang mana, sehingga kepala daerah memberikan penghargaan terhadap kami berdua,” ujar Gino dan Dedi.

Terlepas dari itu, Gino sendiri mengatakan, masih begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan Sawahlunto dalam menindaklanjuti penetapan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto ke depan.

Sementara itu Dedi Yolson sendiri mengatakan saat ini terdapat 14 poin catatan penting dari pihak International Council on Monuments and Sites Indonesia (ICOMOS), yang harus diselesaikan menjelang desember 2021.

Salah satu poinnya, ungkap bapak anak tiga, jebolan Program Studi Sejarah Fakultas Sastra Universitas Andalas (2003) itu, upaya menjadikan situs yang berada di luar Kota Sawahlunto sebagai cagar budaya nasional.

Mulai dari Stasiun Kayu Tanam, Stasiun Padang Panjang dan Statisun Batu Taba, Jembatan Tinggi Silayiang Lembah Anai, jalur rel kerata api dari Sawahlunto hingga pelabuhan Emma Haven serta bangunan Silo Gunung di Teluk Bayur

Rahmat Gino Sea Games dan Dedi Yolson sendiri, keduanya terlibat dalam persiapan menuju Warisan Dunia UNESCO. Mulai dari penyusunan naskah Sawahlunto menjadi Cagar Budaya Nasional yang diajukan dan ditetapkan di tahun 2014.

Selanjutnya penyusunan proposal untuk menjadi warisan dunia, dari tentatif list 2015, proses perbaikan naskah nominasi yang dilakukan setiap tahun bersama Kasubdit Warisan Diplomasi Budaya Kemendikbud RI, yang hingga 2018 lalu masih harus dievaluasi oleh ICOMOS.

Keterlibatan kedua ASN tersebut, tidak terlepas dari sertifikasi ahli cagar budaya yang mereka miliki sejak 2015 lalu. Sertifikasi cagar budaya itu, juga baru saja mereka perpanjang pada 2018 lalu.

Bagi kami, lanjut Gino dan Dedi, kepercayaan dan amanah yang diberikan Pemerintah Sawahlunto akan kami junjung tinggi, sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.(h/dil)

Reporter : FADIL /  Editor : DNJ


Ikuti kami di