Harian Haluan

Harianhaluan.com

Pamit Berwisata ke Bukittinggi, Warga Padang Ditemukan Jadi Mayat

Pamit Berwisata ke Bukittinggi, Warga Padang Ditemukan Jadi Mayat
Gean Navanda warga Tanah Sirah Kec. Lubug Begalung Kota padang ditemukan telah menjadi mayat di selokan Jalan H. Agus Salim, terlihat korban di RSAM Bukittinggi, Senin (9/9). YURSIL. 

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Pengguna jalan H. Agus Salim tepatnya disamping Istana Bung Hatta Bukittinggi digegerkan dengan penemuan mayat di dalam selokan dalam posisi tertelungkup, Senin (9/9) sekitar pukul 10,30 WIB.

Diketahui mayat malang tersebut bernama Gean Navanda (24) beralamat, Tanah Sirah no 13 RT 001 RW 003 Tanah Sirah Kecamatan Lubug Begalung Kota padang.

Salah seorang keluarga korban Ernita Basri (43) mengatakan, korban bersama rombongan berangkat dari Padang menuju Bukittinggi untuk berwisata.

"Korban bersama rombongan berangkat dari Padang ke Bukittinggi untuk berwisata pada hari Minggu pagi," kata Ernita Basri kepada Haluan di kamar mayat RSAM, Senin (9/9).

Ia menjelaskan, menjelang maghrib korban minta izin kepada salah seorang kerabatnya untuk membeli rokok, sejak saat itu korban tidak ditemui lagi.

"Selama ini korban menjalani rawat jalan di rumah sakit Gadut Padang. Menjelang maghrib ia minta izin membeli rokok namun sejak saat itu korban tidak ditemukan lagi, kami sudah beusaha mencari korban hingga jam 2 malam, namun korban tidak ditemukan. Kemudian kami dapat kabar bahwa korban ditemukan di dalam selokan," ulasnya.

Ia menambahkan, orang tua perempuan korban sudah lama meninggal dunia, selama ini korban tinggal bersama di rumahnya. Untuk pergi berobat ke rumah sakit Gadut ia bisa sendiri tanpa ditemani, bahkan ia telah bisa mengurus dirinya sendiri. "Korban selama ini tinggal bersama saya," ungkapnya.

Ia meminta pihak Rumah Sakit Ahmad Mukhtar untuk melakukan otopsi sebelum mayat diberangkat ke Padang untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban.

Terpisah, Kapolsek Kota AKP Chairul Amri Nasution mengatakan, membenarkan penemuan mayat, mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh salah seorang pekerja di proyek pembuatan trotoar ketika akan mengambil air minum.

"Ketika akan mengambil air minum saksi Roby Rahmat melihat ada kaki di dalam selokan yang sudah di cor atasnya, kemudian saksi melaporkan kepada mandornya dan diteruskan kepada pihak kepolisian," katanya.

Selanjutnya, petugas melakukan evakuasi ke RS Ahmad Muchtar, tidak ditemukan identias korban di badannya namun keluarga sudah ada di sini.

"Kita belum mengetahui penyebab meninggalnya korban, untuk kita tunggu hasil otopsi dari RSAM," tutupnya. (*)

Reporter : Yursil /  Editor : DavidR


Ikuti kami di