Harian Haluan

Harianhaluan.com

Jalur Buang Tabuik ke Laut Diganti

Jalur Buang Tabuik ke Laut Diganti
 

PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Pemerintahan Kota Pariaman menganti jalur pembuangan Tabuik ke Laut pada Pesta Hoyak Tabuik 2019 ini. Karena pembangunan pasar sedang dilaksanakan, jadi jalur biasanya tidak bisa dilewati.

Untuk itu, hari ini Pemerintahan Kota Pariaman telah melakukan pembersihan terhadap jalur yang akan dilewati dua tabuik yaitu Tabuik Pasa dan Subarang saat puncak perayaan tapuik pada Minggu (15/9) mendatang.

"Tahun ini jalur pembuangan tabuik ke laut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena jalur yang biasa diganakan itu menjadi pasar penampungan, setelah pasar Pariaman dirobohkan untuk dibangun kembali," kata Genius Umar.

Untuk itu, kata Genius tabuik tahun ini akan melewati jalur baru, yaitu lewat di Samping Hotel Nan Tongga dan diteruskan ke Pantai Gandoriah. Untuk itu pihak Pemerintahan Kota Pariaman melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar jalur tersebut bisa dilewati Tabuik dengan tinggi sekitar 12 meter.

"Bisanya tabuik ini melewati Pasar Pariaman dan tembus ke Pantai Gandoriah, untuk jalur baru ini memang ada penyempitan jalur di samping Hotel Nan Tongga tetapi itu tidak menjadi penghalang," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Pariaman kucurkan dana Rp280 juta untuk pembuatan dua Tabuik yaitu Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang yang dikerjakan oleh anak nagari. masing-masing tabuik telah dianggarkan Rp140 juta untuk satu tabuik. Anggaran ini sama dengan pembuatan tabuik tahun sebelumnya.

Tabuik adalah warisan budaya yang berkembang di Pariaman semenjak sekitar dua abad yang lalu, pada awalnya tabuik merupakan upacara atau perayaan mengenang kematian Husein, kemudian berkembang menjadi pertunjukan khas budaya Pariaman setelah masuknya unsur-unsur budaya Minangkabau.

Proses tabuik terinspirasi dari peristiwa kematian Husein Ali bin Abu Thalib cucu dari Nabi Muhammad SAW, yang meninggal saat perperangan dengan Yazid bin Muawiyah di Karbala Irak tahun 680 M. Bagi masyarakat Pariaman tidak menjadi aqidah dari kepercayaan, perayaanya hanya semata-mata peringatan kematian Husein dan sekarang tabuik hanya sebatas pesta budaya anak nagari Pariaman. (h/mg-hen)

 

Reporter : Yuhendra /  Editor : HSP


Ikuti kami di