Harian Haluan

Harianhaluan.com

38 Item Peralatan Kebencanaan Pasbar Rusak

38 Item Peralatan Kebencanaan Pasbar Rusak
SALAH satu kendaraan kebencanaan, Ford Rangger yang rusak dan sekarang berada di gudang. OSNIWATI 

PASBAR, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 38 item dari total 137 item peralatan kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasbar rusak. Dari data yang diperoleh, jumlah peralatan yang rusak tersebut berada dibagian ketersediaan peralatan kebencanaan.

 

137 item ketersedian peralatan kebencanaan BPBD Pasbar yang dibagi dalam empat bagian peralatan. Keempat bagian ketersediaan peralatan kebencanaan itu di antaranya, pertama peralatan hunian sebanyak 17 item, kedua peralatan kendaraan sebanyak 24 item, ketiga peralatan komunikasi sebanyak 31 item dan keempat peralatan alat pendukung lainnya sebanyak 65 item.

 

Sedangkan untuk yang rusak dari total 137 jumlah item tersebut, ada sekitar 38 item dengan rincian, pertama peralatan hunian sebanyak 5 item, yakni, tenda keluarga orange 1 unit, tenda keluarga biru (keong) 1 unit, tenda pleton 1 unit dan tenda velbet 2 unit.

 

Kedua peralatan kendaraan sebanyak 9 item yakni Mobil Ford Rangger 1 unit, Mobil Panther Pick Up 1 unit, Sepeda Motor KLX 2 unit, Perahu karet 2 unit, Mesin perahu 2 unit dan Kapal cepat evakuasi (spead bot) 1 unit.

 

Kemudian, ketiga Peralatan alat komunikasi sebanyak 14 item yakni Radio SSB 11 unit, Radio Rit 2 unit dan GPS 1 unit. Keempat, Peralatan alat pendukung lainnya sebanyak 10 item yakni, Chinsaw 4 unit, Emergency Light 1 unit, Camera Sonny 1 unit, Handicam 1 unit, Genset 2 unit dan Water Treatment Fortable 1 unit.

 

Hal itu dibenarkan oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasbar, Decky H Sahputra.

"Benar, ada sekitar 38 item dari 137 item peralatan kebencanaan BPBD yang rusak. Semua peralatan itu berada dibidang bagian yang dipimpinnya," katanya.

 

Namun sejak dirinya membidangi kedaruratan dan logistik BPBD Pasbar ini sejak Maret 2019 lalu, sekitar 38 item sudah didapat dalam keadaan rusak, baik dalam keadaan rusak ringan dan berat.

"Semua peralatan tersebut saya dapat sudah dalam keadaan rusak dan tidak bisa digunakan," ungkapnya.

 

Dijelaskan, peralatan yang rusak tersebut semua nya sangat dibutuhkan dan sebagai peralatan yang sangat mendasar oleh personil selama bertugas dilapangan dalam penanganan setiap bencana yang terjadi.

 

Meski dengan peralatan seadanya kata Decky, dia dan personil khususnya dibidang kedaruratan dan logistik tetap memberikan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat.

 

Lanjut Decky menerangkan, selain tidak didukungan dengan sejumlah peralatan karena rusak. Dia pun mengaku bahwa para personil yang bertugas dilapangan tidak didukung dengan perlengkapan standar keselamatan.

 

"Perlengkapan untuk keselamatan setiap personil hingga saat ini tidak pernah dibekali. Namun apa boleh buat, memang alat keselamatan personil itu yang tidak ada. Personil penyelamat dilapangan itu manusia dan punya keluarga yang menunggu mereka di rumah. Andai bencana datang, apa yang harus kami lakukan. Sementara perlengkapan keselamatan personil tidak ada. Ini sangat memiriskan, tim penyelamat sendiri tidak memiliki alat keamanan standar untuk dirinya sendiri," ungkapnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Yudesri menjelaskan peralatan kebencanaan yang ada di BPBD Pasbar sudah banyak yang harus diperbaiki.

 

Menurutnya, peralatan yang rusak itu sudah dikarenakan usia dari peralatan kebencanaan itu rata-rata sudah tua. "Peralatan yang rusak tersebut masih pengadaan pertama BPBD Pasbar terbentuk," jelasnya. (h/ows)
 

Reporter : Osniwati /  Editor : HSP


Ikuti kami di