Harian Haluan

Harianhaluan.com

Nagari Ampalu Garap Tiga Hektare Lahan untuk Jagung

Nagari Ampalu Garap Tiga Hektare Lahan untuk Jagung
 

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM - Sejak galaknya Limapuluh Kota sebagai sentral produksi jagung nasional oleh Bupati Irfendi Arbi beberapa waktu lalu, kini satu persatu nagari di daerah tersebut siap untuk mensukseskan program tersebut.

Seperti contohnya di Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, petani setempat akan merubah lahan pertanian dari padi ke jagung. Hal itu juga diperkuat adanya dorongan dan dukungan penuh dari Walinagari Ampalu, Asrizal.

"Kita di nagari siap mendukung sukseskan program Limapuluh Kota sebagai sentral produksi jagung nasional,"ucap Asrizal pada Senin (9/9) siang di Payakumbuh. Menurutnya, dari kajian yang telah dilakukan, bertani jagung lebih irit dibandingkan dengan bertanam padi. Begitupun, jagung memiliki prospek yang bagus ke depannya.

Selain itu, musim kering yang sering terjadi saat ini, hingga menyebabkan lahan pertanian masyarakat yang biasa ditanam padi malah tidak berair dan menyebabkan petani merugi. "Lahan sering mengalami kekeringan, ya karena itu lebih cocok untuk bertanam jagung," terang nya lagi.

Untuk mensukseskan bercocok tanam komoditi jagung tersebut, Walinagari Ampalu terus bersosialisasi dengan kelompok tani. "Petani sangat mendukung dengan beralih dari padi ke jagung ini," ucap walinagari.

Kemudian, katanya, di Nagari Ampalu memiliki cukup luas lahan tidur yang tidak tergarap. "Ini potensi luar biasa apalagi lahan tidur yang luas bisa digarap maksimal untuk tanaman jagung," katanya.

Untuk tahap awal, kata Asrizal, sedang menggarap lahan seluas 3 hektare untuk tanaman jagung.

"Saat ini butuh pengelolaan secara profesional terhadap lahan tidur. Yaitu dengan memanfaatkan alat canggih. Seperti traktor pengolahan lahan. Sehingga lahan yang begitu luas bisa termanfaatkan," katanya. (h/ddg)

Reporter : Dadang /  Editor : HSP


Ikuti kami di