Harian Haluan

Harianhaluan.com

Gema Pembebasan Sumbar  Protes Kezaliman atas Mahasiswa IAIN Kendari

Gema Pembebasan Sumbar  Protes Kezaliman atas Mahasiswa IAIN Kendari
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Gema Pembebasan mendatangi gedung DPRD Provinsi Sumbar, Selasa (10/9). LENI 

PADANG,HARIANHALUAN.COM- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Gema Pembebasan mendatangi gedung DPRD Provinsi Sumbar, Selasa (10/9). Kedatangan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi terkait pemberhentian seorang mahasiswi bernama Hima  yang menempuh perkuliahan di Institude Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari.

Koordinator aksi Hendra Syaputra dalam orasinya mengatakan, pemecatan Hikma sebagai mahasiswi dilakukan oleh rektor IAIN Kendari yang didasari oleh fitnah dan tudingan yang belum teruji kebenarannya. Hikma sendiri telah berada pada tingkat akhir masa perkuliahan.

"Hal ini mesti ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang. Secara Indek Prestasi Kumulatif (IPK) Hikma selalu diatas tiga. Tidak hanya memiliki IPK tinggi namun juga terpilih sebagai mahasiswi dengan nilai terbaik se- fakultas, dengan prestasi yang membanggakan Hikma malah diberhentikan dan tidak bisa menyelesaikan perkulihan," ucapnya.

Dia menyebut, alasan rektor mengeluarkan Hikma adalah, karena diduga ada paham aliran sesat yang dianut oleh bersangkutan, idiologi itu dinilai radikal dan mempengaruhi lingkungan kampus. Hikma juga dituding bergabung dengan organisasi yang ditentang oleh Negara Indonesia.

“Semua tuduhan tersebut belum tentu kebenarannya, harus dibuktikan dulu. Jika tidak sama halnya proses pemberhentian tidak jelas dan tak memiliki dasar kuat,” katanya.

Hendra menambahkan, mestinya pimpinan kampus melakukan pembinaan terhadap mahasiswa, jika ada permasalahan difasilitasi sampai menemui titik terang, bukan menghilangkan hak untuk mendapatkan pendidikan yang merupakan dilindungi oleh Undang-Undang.

“Mengeluarkan mahasiswa dengan alasan yang tidak jelas merupakan penzaliman yang tidak harusnya terjadi,” katanya.

Terkait persoalan ini, sambungnya, kelompok mahasiswa Gema Pembebasan dengan tegas meminta agar Hikma bisa mendapatkan haknya melanjutkan pendidikan.
 
Kedatangan mahasiswa ke gedung, diterima oleh anggota DPRD Sumbar Fraksi PKB, Firdaus. Firdaus mengataka, aspirasi ini diterima secara kelembagaan oleh DPRD Sumbar. Tuntutan mahasiswa, lanjut dia, akan disampaikan pada  pimpinan DPRD, dan akan diteruskan kepada Ditijen perguruan tinggi Kemenristek Dikti.

 

“Kita tindaklanjuti permasalahan ini, semoga ada jalan terbaik untuk Hikma,” katanya. (len)

Reporter : LENI /  Editor : DODI NJ


Ikuti kami di