Harian Haluan

Harianhaluan.com

Jamban Kebutuhan Mendesak, Bupati Hendrajoni Minta Wali Nagari Alokasikan Dana Desa

Jamban Kebutuhan Mendesak, Bupati Hendrajoni Minta Wali Nagari Alokasikan Dana Desa
Bupati Hendrajoni didampingi Kadis Kesehatan Satria Wibawa foto bersama wali nagari dan staf Puskesmas pada kegiatan pelatihan kewirausahaan sanitasi di Painan, Selasa (10/9). OKIS MARDIANSYAH 

PAINAN,HARIANHALUAN.COM - Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, menginstruksikan seluruh Wali Nagari di daerah itu agar mengalokasikan dana desa untuk membangun jamban (WC), bagi rumah tangga yang belum memilikinya. Karena jamban adalah kebutuhan mendesak  bagi yang tasasak.

"Ya, seluruh wali nagari segera lakukan pendataan rumah tangga yang belum memiliki jamban. Kemudian alokasikan anggarannya untuk membangun jamban tersebut," katanya saat memberikan sambutan pada pelatihan kewirausahaan sanitasi bagi wali nagari dan staf puskesmas di Painan, Selasa (10/9).

Bupati menyebutkan, pihaknya bertekad menjadikan Kabupaten Pesisir Selatan bebas dari buang air besar sembarangan (Stop BABS) pada 2020 mendatang.

"Kami bertekad seluruh rumah tangga di Pessel pada 2020 mendatang sudah memiliki akses jamban yang layak," ujarnya. 

Untuk itu, lanjut dia, sangat perlu dukungan untuk membangun jamban keluarga secara masif pada 182 nagari yang ada di Pesisir Selatan.

"Sekali lagi saya ingatkan wali nagari tolong segera di data masyarakatnya," tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pessel Satria Wibawa mengatakan, peserta pelatihan berjumlah sebanyak 60 orang, terdiri dari 40 wali nagari dan 20 pemegang program kesehatan di lingkungan Puskesmas.

Berdasarkan data aplikasi online Smart STBM yang dilaporkan oleh Sanitarian Puskesmas pada Kementerian Kesehatan RI, capaian Kabupaten Pesisir Selatan, 85,50 % dengan rincian 49 nagari sudah 100%  Stop Buang Air Besar Sembarangan, 88 nagari sudah mempunyai akses jamban, 75-99 %, 39 nagari sudah mempunyai akses jamban 50-74 % dan 6 nagari akses jamban di bawah 50 %.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan seluruh nagari bisa stop buang air besar sembarangan, dengan cara membuat jamban murah dan memenuhi standar kesehatan serta terjangkau masyarakat. Padahal, hanya dengan uang Rp600 ribu jamban keluarga bisa dibangun," ucapnya. (h/kis)

Reporter : OKIS /  Editor : DNJ


Ikuti kami di