Harian Haluan

Harianhaluan.com

BKM Durian Bersatu Bangun IPAL Komunal

BKM Durian Bersatu Bangun IPAL Komunal
Persiapan pembuatan IPAL Komunal Kelurahan Durian II Sawahlunto. Fadil 

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Sedikitnya 56 kepala keluarga di RT 02 RW 03, Kelurahan Durian II, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto bakal dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal.

Pembangunan IPAL yang dilakanakan BAdan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Durian Bersatu Kelurahan Durian II itu, menelan anggaran Rp425 juta, bantuan dari Islamic Development Bank (IDB) yang bermarkas di Riyad Saudi Arabia.

“Nanti semua air limbah, mulai dari cuci, mandi, hingga kakus akan disatukan dalam bak penampung dan masuk dalam instalasi, untuk olah, sehingga tidak lagi mengotori lingkungan,” ungkap Sajiman, Ketua KSM Durian Bersatu kepada Haluan, Rabu (11/9).

Bapak empat anak dan lima cucu itu mengungkapkan, IPAL Komunal sendiri dibuat dengan menggunakan botol plastik bekas air kemasan. Sedikitnya dibutuhkan 1 ton botol plastik bekas air kemasan.

Sajiman menguraikan, botol plastik air kemasan berfungsi sebagai sarang bahteri, yang berguna untuk memakan kotoran dan pembersih. Air limbah dari rumah tangga, masuk dalm instalasi yang mampu menampug hingga 40 kubik air limbah.

IPAL Komunal dengan instalasi yang dibuat, akan mengolah air limbah, hingga air yang semua kotor, akan keluar dalam kondisi bersih, yang bisa dimanfaatkan menjadi pupuk dan kebutuhan kolam ikan.

Penggiat kesenian Jawa kelahiran 1956 itu mengatakan, instalasi sendiri terdiri dari pipa penampung, setelah itu disaring menggunakan botol air kemasan bekas yang tersusun.

Menurut Sajiman, IPAL Komunal berfungsi menanggulangi pencemaran tanah. Nantinya juga, tiap rumah tangga sudah tidak butuh bak penampung air jamban, semua air limbah akan langsung masuk dalam instalasi yang dibangun itu,” katanya.

Secara jangka panjang, IPAL Komunal sendiri menghadirkan rumah tangga menjadi rumah sehat. Tanah hanya bisa basah karena air hujan, sedangkan air limbah akan terkelola dengan baik.

Dalam proses pembangunan IPAL Komunal sendiri, setiap pekan, warga yang menjadi bagian dari penerima manfaat ikut melakukan gotong royong. Sedangkan untuk kelanjutannya, dikerjakan dengan upah harian.

“Swadaya masyarakat tentu juga ikut berperan serta dalam membangun program yang akan bermanfaat besar bagi masyarakat ke depannya,” tambah Sajiman.

Setidaknya saat ini Kelurahan Durian II tengah membangun tiga IPAL Komunal. Mulai dari RT 01 RW 03 di kawasan Kokes, pembangunan IPAL Komunal sudah mencapai 90 persen.

Sementara untuk di RT 02 RW 02, sekitar Pasar Sapan juga sudah dimulai bersamaan dengan RT 02 RW 03. Ditargetkan menjelang tutup tahun 2019, ketiga IPAL sudah bisa dimanfaatkan masyarakat.

BKM Durian Bersatu sediri berdiri sejak 2008, yang turut menggerakan berbagai program di kawasan kelurahan yang memiliki luas 126 hektar, dan tersebar pada 4 RW 8 RT, dengan jumlah penduduk per 2018 lalu mencapai 2.195 jiwa. (h/dil)

Reporter : Fadil /  Editor : HSP


Ikuti kami di