Harian Haluan

Harianhaluan.com

Waspada, Kualitas Udara Padang Mulai Memburuk

Waspada, Kualitas Udara Padang Mulai Memburuk
Kabut asap di Kota Padang. NET 

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mencatat terdapat kecenderungan memburuknya kualitas udara di kota jika dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya. Namun, masih bisa dapat dikatakan aman untuk beraktifitas di luar ruangan.

Hal ini disampaikan Kepala DLH Kota Padang, Mairizon kepada Haluan, Rabu (11/9). Ia mengatakan, hasil itu berdasarkan pengukuran kualitas udara ambien pada Minggu (8/9) pukul 07.30 WIB di lokasi parkiran Balai Kota Padang.

"Ya, ada kecenderungan memburuk dan masih berada di bawah baku mutu tapi masih memenuhi untuk kegiatan di luar ruangan," ujarnya.

Ia menyebutkan, dari pengukuran tersebut didapatkan hasil parameter PM10 109,6 ug/Nm3 yang mana baku mutunya di 150 dan TSP 113,5 ug/Nm3 dengan baku mutu 230. Hasil tersebut masih berada di bawah baku mutu berdasarkan PP 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran udara.

Namun, katanya, jika dibandingkan berrdasarkan hasil pengukuran kualitas udara ambien pada hari Jumat (9/9) pukul 09.00 Wib dengan lokasi yang sama didapatkan hasil parameter PM10 117 ug/Nm3 dan TSP 212 ug/Nm3.

"Kualitasnya memang cenderung menurun, tapi hasil ini mengalami peningkatan dan lebih baik dari pengukuran pada 1 agustus lalu di lokasi yang sama. Dimana didapati hasil parameter PM10 sebesar 41,7 ug/Nm3 dan TSP 129,8 ug/Nm3," katanya.

Untuk itu, katanya, pihaknya akan melakukan pemantauan secara berkala untuk melihat tren kualitas udara ambient. Padang secara alamiah cukup beruntung kadena tidak ada yang namanya musim kemarau.

"Bagaimanapun, di Kota Padang kita ini tetap ada hujan dan ini sangat membantu untuk pemulihan akibat impor asap dari negeri tetangga," sebutnya.

 

Meski masih bisa dikatakan aman untuk melakukan aktifitas diluar ruangan, pihaknya meminta agar masyarakat sebaiknya mengurangi aktifitas di luar ruangan tersebut. Karena akumulasi asap yang terhirup ini bisa menimbulkan ISPA.

"Setelah itu diharapkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, Tidak membakar jerami Padi karena ini akan memperparah kualitas udara kita di Padang," katanya. (h/mg-mal)

 

Reporter : Akmal /  Editor : HSP


Tags
Peristiwa
Ikuti kami di