Harian Haluan

Harianhaluan.com

Waspada, Sudah 2.436 Warga Padang Terjangkit ISPA

Waspada, Sudah 2.436 Warga Padang Terjangkit ISPA
ilustrasi 

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Sebanyak 2.436 terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kota Padang. Dari data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang tercatat ada peningkatan kasus tersebut sebanyak 117 kasus baru selama satu pekan terakhir. Peningkatan ini tidak terlepas dari kabut asap kiriman yang cukup tebal ke daerah Padang.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala DKK Padang, Fery Mulyani, Selasa (17/9). Ia mengatakan, untuk saat ini pihaknya sudah melakukan pembagian masker ke beberapa sekolah di Kota Padang.

"Pada pekan ke-37 ini ada 264 kasus ISPA baru. Sedangkan pada pekan ke-36 hanya 147 kasus ISPA. Saat ini kami sudah melakukan pembagian masker ke sekolah," ujarnya.


Ia mengatakan, sampai pekan ke-36 total kasus ISPA di Kota Padang sebanyak 2.172. Memang dari segi persentase peningkatan di pekan ke-37 sebanyak 117 kasus baru, sehingga total yang terjangkit penyakit ISPA berjumlah 2.436 kasus. Sedangkan dari pekan ke-35 sampai pekan ke-36 yang mencapai 11 persen atau ada 318 kasus baru telah berhasil ditekan.

"Mudah-mudahan dengan pembagian masker yang kita lakukan saat ini bisa menekan kasus ISPA," katanya.

Pembagian masker, sambungnya, juga telah dilakukan oleh puskesmas-puskesmas. Setiap puskesmas yang ada di Kota Padang harus menyambangi sekolah-sekolah yang ada di wilatah masing-masing.

"Memang dilakukannya secara bertahap dan memang belum semua sekolah juga yang telah terjangkau pembagian masker ini," sebutnya.

Ia menyebutkan, pembagian masker memang lebih difokuskan kepada kelompok beresiko, seperti balita, anak-anak, ibu hamil dan lansia. Sebab, kelompok beresiko ini akan lebih mudah terserang ISPA.

"Saat pemberian masker juga kita akan menyosialisasikan cara agar tidak mudah terjangkit ISPA. Seperti banyak minum air putih," katanya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Padang Pasir, Padang Barat, Winanda mengatakan, kasus ISPA di wilayah Padang Barat memang ada sedikit peningkatan. Selain membagikan masker, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi bagaimana cara untuk beraktifitas di luar ruangan dan di dalam ruangan ketika kabut asap.

"Sudah mulai kita membagikan masker, saat ini kami terus berkoordinasi dengan dinkes untuk penyediaan masker. Kalau nantinya tidak mencukupi, akan kita buat juga pengadaan di puskesmas," sebutnya.

Salah seorang warga, Budi (39) mengatakan, dari keempat anaknya saat ini sudah ada dua orang yang batuk-batuk dan sudah dibawa berobat ke klinik. "Memang belum parah, tapi dengan situasi kabut asap saat ini tentu saya pribadi tidak mau mengambil resiko, jangan sampai semakin parah," katanya.

Terpisah, anggota DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, Selasa (17/9) mengingatkan, agar instansi terkait, yakni dinkes mulai kembali memperhatikan hal ini, agar masyarakat di Kota Padang bisa melakukan antisipasi sejak dini terhadap ISPA tersebut.

“Ini tugas dinkes, jangan sampai ISPA di Kota Padang saat ini tidak diketahui oleh masyarakat. Apakah kondisi udaranya masih standar bagi kesehatan atau sudah tercemar dan dapat menyebabkan gangguan bagi kesehatan akibat menghirup udara bercampur asap," ujarnya.

Ia juga mengimbau, agar masyarakat mulai menggunakan masker saat akan bepergian keluar rumah untuk melakukan pencegahan. “Masyarakat juga kami imbau agar mulai menggunakan masker saat akan bepergian keluar dari rumah, gunanya melakukan antisipasi atau pencegahan terhadap dampak pencemaran udara tidak sehat,” ucapnya.

Anggota DPRD Kota Padang, Iswanto Kwara mengatakan, munculnya kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai mengganggu aktivitas warga. “Saya mengimbau agar pemerintah daerah melalui dinas teknis untuk memfokuskan kegiatan anak didik di dalam ruangan tertutup dan menghindari kegiatan di luar ruangan,” tuturnya.

Tidak lupa, ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat selalu menggunakan masker jika bepergian dan melakukan aktifitas diluar rumah. Paling penting harus menjaga dan meningkatkan kesehatan dengan minum air yang cukup.

“Jangan lupa untuk tetap berperilaku hidup bersih dan sehat. Nanti apabila ada yang terkena sesak nafas segera cek ke puskesmas terdekat atau pelayanan kesehatan," katanya. (h/mg-mal/ade)

Reporter : Akmal/Ade Budi /  Editor : HSP


Ikuti kami di