Harian Haluan

Harianhaluan.com

Home »

ekbis

Harga Meroket, Petani di Solok Bergairah Tanam Cabai

Harga Meroket, Petani di Solok Bergairah Tanam Cabai
Petani bergairah menanam cabai. ALFI 

SOLOK, HARIANHALUAN.COM-Terinspirasi dengan mahalnya harga cabai beberapa bulan lalu, para petani di Kota Solok dan sekitarnya berlomba_ lomba menanam cabai. Luas areal yang diusahakan bervariasi mulai dari 0,25 hektar hingga 0,5 hektare.

Dari pantauan Haluan.com di lapangan, terlihat sejumlah petani yang selama ini tidak membudidayakan tanaman bumbu masak itu mulai terjun menggeluti usaha cabai merah. Ada yang mulai menyemai dan ada juga yang sedang membuka lahan bahkan ada yang sudah tanamam.
Budidaya cabai yang diusahakan itu umumnya pada lahan kering, dan hanya sebagian kecil yang mengusahakan di lahan sawah. Banyaknya diusahakan di lahan kering karena lahan sawah ditanami padi mengingat sudah masuk musim hujan.
"Ya benar, sebelumnya saya lebih cendrung menanam komoditi palawija dan padi, tapi kali ini dicoba pula menanam cabai, walau baru pertama kali menggelutinya, mudah_ mudahan bisa berhasil, " ujar Joni seorang petani.

Hal senada juga dikemukakan Bahktiar, budidaya cabai sebelumnya sudah pernah juga dilaksanakan namun berhenti beberapa tahun karena harga yang anjlok. 

Selain harga yang murah ditingkat pedagang pengumpul, biaya produksi sangat 
tinggi terutama untuk pembelian insektisida.
Budidaya cabai yang dilaksanakan petani diKota Solok dan sekitarnya banyak menggunakan teknologi mulsa plastik.


 Pemakaian mulsa plastik hitam perak bisa menghemat biaya produksi terutama penyiangan, selain efisiensi dari biaya juga mampu menekan serangan hama penyakit terutama kutu daun. 

Dengan melepaskan panas dari plastik, hama menjauh.
Harga cabai keriting saat ini mulai turun di tingkat pedagang pengumpul, kalau biasanya Rp 40.000/ kg, turun menjadi Rp 28.000/ kg. 

"Turunnya harga cabai karena masuknya cabai impor," ujar Umar seorang pedagang pengumpul pada Haluan.com di pasar sayur terminal Bareh Solok.(alf)

Reporter : ALFIAN /  Editor : DNJ


Ikuti kami di