Harian Haluan

Harianhaluan.com

Korupsi RTH, Kejari Dharmasraya Tetapkan 3 Tersangka

Korupsi RTH, Kejari Dharmasraya Tetapkan 3 Tersangka
Penyitaan uang korupsi dari tersangka di serahkan ke pihak BRI Pulau Punjung oleh Kejari Dharmasraya. BADRI 

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM - Kejaksaan Negeri Dharmasraya tetapkan 3 orang tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek pembuatan Ruang Terbuka Hijau (RTH), di Jorong Sungai Nilai Simpang Silago, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, dengan kontrak Rp4,7 miliar lebih, yang dikerjakan oleh PT Mekar Jaya Pekan Baru, pada tahun 2017.

Informasi dihimpun haluanhaluan.com ketiga tersangka yakni 2 orang kontraktor dengan inisial AF selaku direktur, Warga Pekan Baru Riau, MD selaku pelaksana, Warga Pekan Baru Riau, dan 1 orang Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) inisial EM Warga Pariaman Sumbar. 

Penetapan ketiga orang tersangka ini, telah sesuai dengan hasil penyidikan dan temuan barang bukti pengurangan volume spek salah satunya Papin  Blok oleh Kejari Dharmasraya, dan audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumbar 30 Desember 2018, ditetapkan 13 Agustus 2019, tersangka telah menyebabkan kerugian negara sekira Rp470 juta lebih, hal ini di ungkapkan Kejari Dharmasraya M. Hari Wahyudi. SH, didampingi Kasih Inteljen Ridwan Joni. SH. MH, dan Kasih tindak pidana khusus. Ilza Putra Zulfa. SH, ke Wartawan Rabu (16/10) di ruang kerjanya.

"Penyelidikan kasus RTH ini kita lakukan dari tahun 2017 lalu dengan memintai keterangan saksi sebanyak 28 orang dari Kementrian dan PU Dharmasraya,"ujar Kasih Inteljen Ridwan Joni.


Lanjut Ridwan, selama proses penyelidikan berlangsung dan telah di akui kesalahan oleh tersangka, sehingga tersangka akan mengembalikan kerugian uang negara sepenuhnya, untuk tahap sekarang tersangka telah mengembalikan uang negara senilai Rp370 juta, sedangkan sisahnya akan menyusul, dengan maksud dan tujuan telah dikembalikan uang ini tersangka tidak akan membayar lagi nantinya, namun proses hukum tetap berlanjut.

"Uang Rp370 juta ini kita sita dari tersangka dan kita titipkan di rekening khusus Kejaksaan Dharmasraya di bank BRI Pulau Punjung,"ulas Kasih tindak pidana khusus. Ilza Putra Zulfa.

Sementara, kata Ilza, saat ini proses penyidikan masih berlanjut terhadap tersangka, dan tidak tertutup kemungkinan masih ada tersangka lainnya.

Akibat perbuatan pelaku, pelaku dijerat  pasal 31 tahun 1999, sebagai mana di atur dan di ubah UU 20 tahun 2001 tentang penindakan pemberantasan korupsi, dengan pasal 2 tindak pinada seumur hidup, atau minimal 4 tahun, maksimal 20 tahun dengan denda 1milyar, sedangkan pasal 3 dengan ancaman tindak pidana seumur hidup, sesingkat singkatnya 5 tahun dan selama lamanya 30 tahun dengan denda minimal Rp50 juta Maksimal Rp1 milyar, dengan ancaman penjara di atas 5 tahun. (h/bdr)

Reporter : Badri Alaina /  Editor : heldi


Ikuti kami di