Harian Haluan

Harianhaluan.com

Sempat Kabur, Tersangka Penggorok Istri di Pessel Ditangkap Polisi

Sempat Kabur, Tersangka Penggorok Istri di Pessel Ditangkap Polisi
Pelaku penganiayaan mantan istri saat diamankan di Mapolsek Ranah Pesisir. (dok humas Polres Pessel) 
PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Diduga sering cekcok dalam hubungan rumah tangga, Andi (24) tega melakukan penganiayaan terhadap mantan istrinya Ani (38) di Kampung Rambahan, Nagari Nyiur Melambai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan.
 
Kasat Reskrim Polres Pessel AKP Allan Budi Kusuma dalam laporannya menyebutkan, akibat kejadian itu korban mengalami luka yang cukup serius pada bagian leher. Sedangkan pelaku berupaya melarikan diri selang kejadian. 
 
"Hingga kini korban mendapat perawatan intensif di Puskesmas Balai Selasa. Ia mendapat 30 jahitan di bagian leher," ujarnya pada wartawan di Painan, Rabu (16/10).
 
Allan menceritakan, kronologis kejadian bermula saat pelaku masuk kedalam rumah korban dengan cara memecah kaca jendela. Kemudian pelaku mendobrak pintu ruang tamu sebanyak tiga kali hantaman dan langsung masuk kedalam kamar korban. 
 
Sesampai di dalam kamar, pelaku langsung memegang anak korban dan mencekiknya sambil mengayunkan sebilah pisau pada bagian wajah anak tersebut. Ia melontarkan bahasa mengancam Saya Bunuh Anak Ini. Melihat kejadian itu, korban berusaha merebut anak tersebut dari pegangan pelaku, akibatnya jari-jari korban luka pada tangan bagian kiri oleh pisau pelaku. Kemudian anak tersebut lepas dari pegangan pelaku dan korban langsung melarikan diri. Korban lari keluar rumah, namun pelaku terus mengejar korban. Sesampai di teras rumah pelaku dapat memegang tangan korban. Pelaku langsung menggorok leher korban dengan pisau kemudian melarikan diri lewat bagian belakang rumah korban.
 
Berdasarkan informasi dari ketua pemuda setempat, jajaran Polsek Ranah Pesisir langsung mendatangi TKP dan menyisir sejumlah lokasi yang ada di Nagari Nyiur Melambai dan Nagari Pelangai. Sekira pukul 09.30 Wib, maka diketahui keberadaan pelaku. Polisi bersama masyarakat melakukan penangkapan terhadap tersangka.
 
"Pihak kami masih melakukan interogasi terhadap pelaku. Nanti akan kami sampaikan perkembangan selanjutnya," kata Kasat Reskrim.
 
Sementara itu, Kapolsek Ranah Pesisir Iptu Erianto membenarkan kejadian tersebut, menurut dia peristiwa itu terjadi diduga karena ada cekcok antara pelaku dengan korban.
 
"Mereka sudah lama berpisah, pelaku menemui korban hingga akhirnya terjadi penganiayan. Mungkin selama ini ada kesalahpahaman keluarga," ucapnya saat dihubungi wartawan di Painan.
 
Kapolsek menjelaskan, kondisi korban mengalami luka serius pada bagian leher diduga akibat sayatan senjata tajam.
 
"Pelaku sudah kami amankan di Mapolsek. Sementara korban masih mendapat perawatan intensif di Puskesmas setempat," tuturnya. 
 
Ia menambahkan, terkait tindakan hukum kepada pelaku, pihaknya mengaku bakal melimpahkan kasus tersebut ke Mapolres Pessel mengingat kondisi kurang kondusif di tempat kejadian.
 
"Ya, bakal kami limpahkan ke unit Reskrim di Painan. Hal ini mengingat desakan emosi massa yang tak terkendali," katanya. (h/kis)

Reporter : Okis /  Editor : Heldi


Ikuti kami di