Harian Haluan

Harianhaluan.com

PDIP Paling Banyak Ajukan Nama Menteri, Pengamat: Jokowi Harus Cermat

PDIP Paling Banyak Ajukan Nama Menteri, Pengamat: Jokowi Harus Cermat
Jokowi dan Megawati. (dok.detik.com) 

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Sebagai pemenang pemilu  dan Jokowi adalah kader partainya, politisi PDIP menilai wajar saja jika mendapat jatah porsi Menteri paling banyak. Namun kalangan pengamat mengingatkan agar Jokowi cermat dalam  menentukan pilihannya.


"Seperti yang Ibu Mega sampaikan dan disampaikan Pak Jokowi, porsi paling banyak wajar sebagai partai pemenang," kata Ketua DPP PDIP, Andreas Pareira dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (19/100.

Ia menegaskan, dalam konteks ini Jokowi merupakan kader PDIP. Lalu dukungan PDIP untuk Jokowi bukan hanya saat ini, tapi sejak Jokowi di Solo, Jakarta, dan Pilpres.

Saat ditanya berapa banyak jatah menteri yang didapatkan PDIP, ia mengaku belum tahu persis. Ia meminta untuk menunggu Jokowi mengumumkan.


"Susunan nama sudah disampaikan, tinggal beliau pilih. Ya paling banyak lah," kata Andreas. 

Sementara itu pengamat Politik Ray Rangkuti menyatakan ,Jokowi harus cermat dalam memilih menteri yang punya komitmen kuat untuk menekan utang luar negeri. Bukan malah mempertahankan menteri yang berpaham neoliberal yang gemar berutang dengan bunga yang sangat tinggi.

Selain itu, Jokowi juga perlu memiliki menteri di sektor ekonomi yang punya konsep serta teruji. Apalagi janji kampanye Jokowi adalah menggenjot perekonomian bisa merangsek ke level 7 persen.

"Saya melihat kriteria tersebut ada pada sosok ekonom senior Rizal Ramli. Dia mampu membuat ekonomi Indonesia tidak begini-begini saja. Dia punya jurus-jurus mumpuni dalam mencari cara keluar dari krisis. Dia tidak text book, sehingga ada peluang ekonomi tidak terdikte dan mampu tumbuh lebih pesat," kata Ray.
 Selain itu, Menko Ekuin era Pemerintahan Abdurrahman Wahid dan mantan penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa itu juga bisa mewujudkan pembangunan dengan tidak lagi mengandalkan utang.

Soal kehadiran Rizal Ramli di kabinet, lanjut Ray, tidak jadi soal. Rizal bisa menjadi wakil dari kelompok Gerindra, karena pada saat pilpres lalu dia adalah think tank utama capres yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Selain itu, kehadiran Rizal Ramli di kabinet adalah jawaban atas gagasan besar Trisakti dan Nawa Cita di bidang ekonomi yang menekankan kedaulatan dan kemandirian bangsa.

"Kehadirannya di kabinet mewakili ekonom-ekonom anti-neoliberal," tutur Ray. (*)

 Sumber : Vivanews /  Editor : Dodi NJ


Ikuti kami di