Harian Haluan

Harianhaluan.com

Dosen IAIN Batusangkar Lakukan Analisis Persoalan Daerah

Dosen IAIN Batusangkar Lakukan Analisis Persoalan Daerah
Irwan Malin Basa saat menyampaikan perbandingannya pada forum diskusi lembaga survey. FERI MAULANA 

TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM - Dosen IAIN Batusangkar menganalisis persoalan daerah saat menghadiri undangannya sebagai pembanding makalah pada Expose dari Lembaga Survey Liberte Institute, di Pagaruyung Hotel.
Liberte Institute ketika merilis hasil survey mereka terhadap kondisi perpolitikan di Tanah Datar untuk Pilkada 2020 itu, dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, diantaranya politisi, OKP, pejabat dan tokoh masyarakat serta para ketua partai politik.  

Dalam eksposnya, Direktur Liberte Institute Indrayadi, menyatakan bahwa survey itu sudah dilakukan pada awal  Oktober lalu dengan jumlah responden 400 orang yang tersebar di seluruh kecamatan dan nagari yang ada di Tanah Datar.  

Dan sudah ada pula dua lembaga survey yang melakukan terlebih dahulu dengan jumlah responden yang lebih besar.
Dalam rilis tersebut disampaikan bahwa incumbent Irdinansyah Tarmizi memiliki keunggulan dari berbagai sisi namun angkanya tidak lebih dari 50 persen.  Sementara itu Wakil Bupati incumbent Zuldafri Darma juga memiliki perolehan potensi popularitas namun berada dibawah posisi bupati.  

Sedangkan yang menarik dari survey ini adalah terjaring nama Betty Shadiq Pasadigoe yang juga mantan anggota DPR RI yang berencana maju pada Pilkada Tanah Datar memiliki rating yang cukup bagus. Namun survey ini tidak menampilkan pasangan atau wakil bupati untuk masing-masing calon.  
Irwan Malin Basa yang juga kandidat doktor dari sebuah perguruan tinggi ternama ini, kepada HarianHaluan.com (21/10) di Batusangkar mengatakan bahwa memang incumbent memiliki beberapa kelebihan tetapi bukan berarti incumbent tidak memiliki kekurangan. 


Semua calon yang mendaftar memiliki potensi yang hampir sama karena masa tahapan Pilkada masih ada sekitar setahun lagi sampai ke pemungutan suara, katanya.  “Ini adalah survey awal, jika tidak ada calon yang lain yang lebih unggul, selesai sudahlah Pilkada Tanah Datar yaitu pemenangnya tidak akan jauh dari yang bertiga diatas," kata dosen IAIN Batusangkar itu.


Dijelaskannya, ada anomali atau keganjilan yang terjadi di tengah masyarakat Tanah Datar saat ini bahwa pilihan mereka mungkin akan berpindah kepada yang lain jika Pilkada dilakukan nanti.  "Ada sebanyak 59,7 persen potensi pemilih yang akan beralih pilihan mereka.  

Tentu ini adalah sebuah harapan bagi calon yang akan berlaga nantinya. Harapan kita semua tentu Pilkada nantinya dapat menghasilkan pimpinan daerah yang berkualitas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tanah Datar serta memajukan daerah ini," katanya. (h/fma)

Reporter : Feri Maulana /  Editor : Heldi


Ikuti kami di