Harian Haluan

Harianhaluan.com

Pemko Padang Gelar Seminar Pariwisata Berbasis Pengurangan Resiko Bencana

Pemko Padang Gelar Seminar Pariwisata Berbasis Pengurangan Resiko Bencana
Seminar Pariwisata Berbasis Pengurangan Resiko Bencana 

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kota Padang melakukan seminar pariwisata yang berkaitan dengan pengurangan resiko bencana. Seminar ini mengusung tema The 5th Seminar On Tourism Based Disaster Risk Reduction (DRR) : Linking the Sustainable Development Goals (SDGs) and Sendai Framework 2030. Kegiatan ini dihelat di Hotel Inna Muara, Padang pada Kamis (31/10).

Drs. Erwin, M.MA, selaku Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Bagian Kerjasama Pemko Padang menyebut, forum ini adalah wadah untuk sharing pengetahuan tentang kepariwisataan, dan pengurangan resiko bencana.

"Kita mengambil tema wisata berbasis pengurangan resiko bencana. Kita punya potensi yang sangat besar di sektor pariwisata, namun disaat yang sama kita juga berhadapan dengan resiko bencana seperti gempa dan tsunami," ungkapnya dalam pembukaan acara.

Menurutnya, langkah yang perlu diambil untuk menghadapai resiko bencana adalah memperkuat mitra kerjasama, meningkatkan pengetahuan dan wawasan dengan saling berbagi ilmu dan pengalaman.


Ia berharap forum ini dapat meningkatkan wawasan dan kewaspadaan kita terhadap bencana. "Cara yang bijak menghadapi bencana adalah kita harus siap," tambahnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai stakeholder seperti Kabag Manajemen Krisis Kepariwisataan Kemenpar RI, Direktur Perbaikan Darurat BNPB RI, Sekjen TPO Asia Pasifik, Perwakilan Seoul Metropolitan Government, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Walikota Batam, Bupati Aceh Besar, Kepala BPBD Kota Bengkulu, Kepala BPBD Kota Banda Aceh dan DRR Coordinator - UCLG ASPAG.

Adapun pesertanya adalah pemerintahan kabupaten/kota di Sumbar, Forkopimda Kota Padang, camat se-Kota Padang, Yayasan Kebencanaan, PMI dan Perguruan Tinggi.

Dalam sambutannya, Walikota Padang, Mahyeldi menyampaikan bahwa Pemko secara kontinue menyelenggarakan seminar yang berkaitan dengan isu-isu kebencanaan. "Kita ingin menggali aspek secara teoritis dan pengalaman praktis dari berbagai kota dan negara terkait potensi pariwisata sekaligus bencana," ucapnya.

Menurut Mahyeldi, acara ini dimaksudkan untuk senantiasa membangun kesadaran semua elemen, karena bencana bisa datang kapan saja. Kita harus selalu siap siaga. Dan tentu saja perlu persiapan yang matang.

"Kita perlu menjalin kemitraan, baik pemerintah dengan pemerintah maupun dengan lembaga dalam dan luar negeri. Semoga lahir ide-ide dan gagasan dalam konteks pariwisata berbasis pengurangan resiko bencana," harapnya.

Pada saat pemaparan materi, Direktur Perbaikan Darurat BNPB RI Medi Herlianto berharap seminar ini jangan berhenti disini.

"Bencana adalah ancaman yang nyata dan pasti terjadi. Harapan kita, membangun kesadaran dan malakukan upaya upaya praktis pasca seminar. Setiap kita masing masing punya peran dan tanggung jawab dalam pengurangan resiko bencana. Tidak mudah untuk dilakukan tanpa koordinasi dan kolaborasi," ungkapnya.

Sekjen TPO Asia Pasifik, Kim Soon Il menjadi salah satu pemateri dalam acara ini. Menurutnya, secara umum, kedatangan turis ke suatu daerah bisa berkurang karena bencana. Ini berpengaruh kepada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat lokal.

"Kita harus selalu bertekad untuk mengurangi resiko bencana. Yang kita bicarakan disini adalah langkah langkah apa saja yang dapat kita ambil untuk mengurangi efek yang lebih besar," tandasnya. (h/oni)

 

Reporter : onriza /  Editor : Heldi


Ikuti kami di