Harian Haluan

Harianhaluan.com

Pasca Bom di Medan, Aktivitas Driver Ojol Tak Lagi Leluasa

Pasca Bom di Medan, Aktivitas Driver Ojol Tak Lagi Leluasa
Ilustrasi 

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Peristiwa Bom bunuh diri yang terjadi di Polresta Medan Medan yang diduga memakai atribut ojol (ojek onlie), Rabu (13/11) mendapat pengaruh terhadap aktivitas gojek lainnya di Kota Padang. Driver gojek tidak leluasa keluar masuk mengantarkan barang dan penumpang  ke dalam area perkantoran.

Informasi yang ditemui di lapangan, gojek harus mengikuti SOP ( Standar Operasional ) yang cukup ketat dari biasanya. Baik memasuki area perkantoran maupun memasuki area kepolisian.

Seperti penuturan salah seorang pengendara ojol Adek (38) mangatakan, dirinya lebih hati-hati membawa barang lewat aplikasi Gosend. Pasalnya, pengantaran gosend itu beragam barang maupun ukurannya. 

"Kami harus waspada karena banyak orderan gosend yang berukuran besar yang harus diantar sesuai alamat. Saya sering menanyakan apa isi barangnya yang akan diantar kepada pengirim, mana tau barang berbahaya seperti narkoba atau bahan peledak seperti kejadian di Medan," ungkap Adek pada Haluan, Kamis (14/11).


Adek yang merupakan warga Parak Gadang itu juga mengungkapkan, bahwa atas kejadian tersebut dirinya, kalau masuk kantor, hotel harus lapor dulu ke petugas keamanan, apalagi masuk ke area kepolisian.

"Jika sebelumnya masuk ke kantor mengantarkan gofood atau gosend langsung saja, namun saat ini harus lapor ke petugas keamanan. Kami juga harus menghargai pekerjaan petugas keamanan karena situasi keamanan yang belum normal. Ya, wajar saja dan bisa dimaklumi," ucapnya.

Senada dengan Amir (24) Driver ojol yang biasa mangkal di kawasan Khatib Sulaiman menyebutkan, Bahwa dirinya kalau masuk ke area lingkungan kantor harus sesuai prosedur kantor. 

"Biasanya masuk area kantor aparat keamanan seperti Kepolisian menggantarkan pesanan gofood dan gosend kami cukup tunggu di pos penjagaan. Kami tidak bisa masuk ke dalam area kantor tersebut dan barang kami ditanyai apa yang dibawa. Nmun sekarang juga demikian tidak ada ubahnya bahkan lebih ketat lagi, dan kami pun harus mempunyai tingkat kewaspadaan terhadap barang yang diantar," jelasnya.

Disisi lain pengguna aplikasi ojol Okta (40) warga Alai Parak Kopi menetangkan, bahwa peristiwa bom yang memakai atribut gojek bisa dikatakan bahwa mereka memang hanya memanfaatkan dari jaket aplikasi gojek.

"Menurut saya itu hanya memanfaatkan jaket ojol yang biasanya bebas keluar masuk kantor baik mengantarkan barang maupun penumpang. Belum tentu pelakunya ojol," sebut Okta.

Sementara itu dikutip dari Antara. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan memanggil perusahaan teknologi on demand terkait dugaan pelaku peledakan bom bunuh diri di Medan menggunakan atribut ojek online. Budi akan meminta perusahaan penyedia transportasi online yakni Gojek dan Grab untuk secara serius memperbaiki proses seleksi mitra ojek online.

“Kami akan mengundang aplikator untuk mengkaji kembali proses rekrutmen dari mereka,"  kata Menhub usai menghadiri International Conference of Transportation Research and Innovation di Jakarta, Rabu (13/11), 

Budi mengatakan proses seleksi ketat dapat mengidentifikasi para pelaku dan berpotensi mencegah tindakan yang sama berulang. “Dengan cara seleksi yang baik dengan cara melakukan pengamatan yang baik, pasti akan mengurangi kejadian-kejadian ini,” katanya.

Budi mengusulkan agar proses seleksi melalui proses tatap muka, selain itu dia menyarankan agar aplikator mengevaluasi komunikasi anggota mitra secara acak. Evaluasi secara acak dapat mencegah adanya mitra pengemudi yang beroperasi tidak sesuai dengan akun.

Disisi lain, VP Corporate Communications Gojek Kristy Nelwan menyatakan siap bekerja sama dengan berwajib terkait dugaan pelaku bom bunuh diri menggunakan atribut perusahaannya. 

"Kami telah dengan segera menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak berwajib, serta siap untuk memberikan seluruh bantuan dan dukungan yang diperlukan untuk proses investigasi," kata Kristy.

Kristy mengatakan, Gojek menentang keras segala tindakan anarkis dan akan memberikan dukungan penuh upaya pihak berwajib dalam menjaga keamanan masyarakat. “Kami mengutuk aksi teror yang terjadi di Polrestabes Medan pagi ini dan berduka cita atas jatuhnya korban dari aksi teror tersebut.(h/win)

Reporter : Rahma Winda /  Editor : Heldi


Ikuti kami di