Harian Haluan

Harianhaluan.com

MUI Setuju Kursus Pranikah, Tidak Setuju Sertifikasi Nikah

MUI Setuju Kursus Pranikah, Tidak Setuju Sertifikasi Nikah
Ustadz Cholil Nafis  

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Majelis Ulama Indonesia (MUI)  setuju adanya kursus pranikah agar tak ada lagi pasangan yang menikah tanpa bekal yang cukup.Namun jangan jadi hambatan pasangan yang mau menikah.

"Ya setuju mau diterapkan tahun ini, saya setuju, karena memang banyak angka perceraian dan banyak juga orang masuk di kehidupan keluarga, pernikahan, tanpa bekal yang cukup," kata Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis kepada wartawan, Minggu (17/11/2019).


Namun, Cholil mengatakan kursus pranikah itu tidak dijadikan syarat seseorang boleh menikah. 

Terkait pelaksanaannya, kursus pranikah itu menurut Cholil boleh saja diterapkan mulai tahun ini.


"Sehingga ini adalah pembekalan, tapi jangan sampai menjadi syarat bolehnya orang menikah. Diterapkan jangankan tahun depan, tahun sekarang juga nggak apa-apa. Malah saya setuju dari tahun sekarang, karena memang perlu diberi bekal," ujarnya.

Menurut Cholil, pembekalan itu diperlukan karena nasihat perkawinan tidak cukup hanya disampaikan saat akad nikah. Namun demikian, Cholil mengingatkan agar kursus pranikah dan sertifikasi itu tidak menghambat orang yang menikah. 


"Tak cukup hanya nasihat perkawinan pada saat akad nikah, mungkin tidak begitu konsentrasi, tidak begitu cukup waktu, sehingga itu hanya seremonial saja, maka diperlukan diberi pemahaman. Tapi jangan sampai menghambat dan menunda pernikahan gara-gara ada sertifikasi itu," ucap Cholil.

"Bahkan barangkali bagi orang yang punya niat, meskipun belum ada calonnya, silakan dilakukan pembekalan, bukan sertifikasi, kepada catin (calon pengantin) itu," imbuhnya.(dtc)

 Sumber : Detik.Com /  Editor : Dodi


Ikuti kami di