Harian Haluan

Harianhaluan.com

Benahi Ekonomi dan Pertanian, Muhammad Rahmad Maju Pilkada Limapuluh Kota

Benahi Ekonomi dan Pertanian, Muhammad Rahmad Maju Pilkada Limapuluh Kota
Muhammad Rahmad  

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Meski punya potensi besar, yakni pertanian dan pariwisata, namun perekonomian Kabupaten Limapuluh Kota hingga saat ini masih saja terseok-seok. Prihatin dengan kondisi ini, Ketua Umum Masyarakat Peduli Petani Indonesia (Mappindo), Muhammad Rahmad memantapkan diri untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 2020 mendatang sebagai bakal calon Bupati Limapuluh Kota.

Rahmad menyebut, hal yang menjadi fokus utamanya adalah bagaimana memajukan perekonomian Kabupaten Limapuluh Kota, yang dalam beberapa tahun terakhir menurutnya jalan ditempat. Pertanian, ujarnya, adalah kekuatan utama ekonomi Kabupaten Limapuluh Kota. Akan tetapi, kenyataannya pendapatan dari pertanian tidaklah terlalu besar.

"Sebanyak 86 persen masyarakat Limapuluh Kota punya mata pencaharian sebagai petani atau bergerak di sektor pertanian. Namun, di sisi lain ada sebanyak 62.000 hektare lahan pertanian yang menganggur. Dibiarkan tidak terolah. Nah, ini artinya kan ada masalah di sini," katanya saat dihubungi Haluan, Minggu (17/11).

Selain lahan menganggur yang diviarkan tak terurus, masalah lain yang dimiliki oleh Limapuluh Kota adalah kabupaten tersebut tidak punya oasar induk. Hal ini membuat para petani kesulitan menjual hasil pertaniannya. Pada akhirnya, mereka pun terpaksa menjual hasil pertaniannya kepada para tengkulak dengan harga yang sangat rendah. "Limapuluh Kota butuh pasar induk, jika ingin perekonomiannya maju. Bila terpilih nanti, ini yang akan menjadi prioritas utama kami," ucapnya.


Untuk mengatasi masalah-masalah lainnya, Rahmad telah menyiapkan berbagai program unggulan. Beberapa waktu tang lalu, ia bahkan telah menginisiasi uji voba penanaman bibit jagung unggulan di Deplot Kenagarian Tujuah Koto Talago, yang diperkirakan akan panen akhir Desember mendatang.

"Nah, apabila proyek ini berhasil, maka bukan tidak mungkin kami juga akan melakukan hal yang sama di 62.000 hektare lahan yang menganggur tadi. Bayangkan, jika seluruh lahan menganggur itu ditanami jagung, maka setahun bisa menghasilkan 1,1 juta ton jagung untuk pakan ternak. Nah, katakanlah, satu ton jagung dihargai Rp 1 juta rupiah, maka dengan hasil 1,1 juta ton, petani di Limapuluh Kota bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp 4,4 triliun," ujarnya.

Di samping itu, dari sektor pariwisata, menurut Rahmad, juga banyak hal yang madih perlu dibenahi. Limapuluh Kota punya potensi pariwisata yang sangat besar. Ia mengatakan, paling tidak, dari sektor pariwisata, Limapuluh Kota harusnya dapat mengantongi pendapatan sebesar Rp 15 miliar pertahun.

"Nyatanya tidak begitu. Selama ini, anggran pemerintah daerah hanya habis buat promosi saja. Sementara pemasukan dari sektor pariwisata sangat kecil. Hal inilah yang masih perlu dibenahi," tuturnya. (h/mg-dan)

Reporter : HAMDANI SYAFRI /  Editor : Dodi


Ikuti kami di