Harian Haluan

Harianhaluan.com

Masjid Ini Sediakan Penginapan Bagi Gelandangan

Masjid Ini Sediakan Penginapan Bagi Gelandangan
Masjid Sultan Singapura 

SINGAPURA, HARIANHALUAN.COM - Masjid Sultan, Singapura, menyediakan ruangan bagi para gelandangan untuk menginap setiap malam. Masjid pertama di Singapura itu juga menjadi yang pertama dalam memberikan bantuan bagi tunawisma itu.

Keputusan untuk menyediakan ruangan menginap bagi gelandangan itu muncul setelah pihak masjid bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan Pengembangan Keluarga Singapura (MSF) serta Partners Engaging and Empowrring Rough Sleepers Network (PEERS).

Meski jadi masjid pertama yang memberikan bantuan tempat menginap, namun Masjid Sultan tak sendiri. Layanan sejenis juga diberikan oleh empat gereja dan satu kuil di Singapura

Ruangan berkapasitas lima orang itu bisa dijadikan tempat menginap geladangan mulai dari pukul 22.00 hingga pukul 07.00 pagi. Ruangan itu saat ini bisa menampung lima gelandangan setiap malamnya.


Ruangan itu juga dilengkapi dengan kipas, lima kasur dan juga bantal. Air minum kemasan juga turut disediakan.

Setiap gelandangan yang ingin menginap di sana hanya perlu menemui penjaga masjid untuk melakukan proses registrasi. Namun, untuk saat ini, ruangan itu hanya diperuntukkan bagi geladangan laki-laki.

Geladangan yang ingin menginap di sana dipersilahkan dari agama apa pun dan dari ras apa pun. Namun, mereka hanya menginap untuk beberapa malam saja. Sebab, MSF akan mendata mereka lalu pemerintah akan mencarikan tempat tinggal untuk mereka.

Petugas pengembangan sosial untuk Masjid Sultan, Muhammad Aizuddin mengatakan, penyediaan ruangan bagi geladangan itu diambil setelah melihat fenomena meningkatnya jumlah tunawisma di Singapura. "Masjid Sultan merasa bertanggungjawab untuk menyediakan tempat menginap yang aman dan nyaman bagi mereka sementara waktu hingga mereka punya tempat permanen," kata Aizuddin kepada BERITAmediacorp sebagaima dikutip mothersip.sg, Senin (17/11)

Penyediaan ruangan bagi geladangan ini dipastikan oleh pihak masjid tidak akan menganggu para jamaah. Sebab, ruangannya tidaklah di gedung utama masjid, melainkan di area basemen.

Selain itu, para gelandangan itu juga hanya bisa masuk ke ruangan itu dari pintu belakang, bukan dari pintu utama. Mereka juga tak bisa mencapai ruangan utama masjid dari dalam ruang inap itu.(*)

 Sumber : Republika /  Editor : NOVA


Ikuti kami di