Harian Haluan

Harianhaluan.com

Dihina Guru, Siswi SD Ini Lompat dari Gedung Sekolah

Dihina Guru, Siswi SD Ini Lompat dari Gedung Sekolah
ilustrasi bunuh diri. 

PERISTIWA, HARIANHALUAN.COM -- Xiao Ru, gadis 12 tahun di China, bunuh diri dengan lompat dari gedung sekolahnya setelah dihina oleh seorang guru matematika.

Tragedi ini terjadi pada Selasa (12/11) lalu di sebuah sekolah dasar di Guangdong, Cina. Dialihbahasakan dari World of Buzz, Senin (18/11), penyebab bunuh diri Xiao Ru terungkap setelah ayah gadis itu melihat rekaman CCTV sebelum kematian putrinya.

Ayah Xiao Ru menangis melihat rekaman CCTV bagaimana putrinya diperlakukan tidak baik oleh seorang guru matematika bernama Wang.

Seluruh tragedi ini terjadi saat makan siang, ketika Wang (guru) bersikeras untuk memeriksa pekerjaan rumah Xiao Ru. Wang tidak memberikan kesempatan kepada gadis muda itu untuk makan siang dahulu.


Wang melempar pekerjaan rumah Xiao Ru ke tanah, di depan semua murid. Guru matematika itu mulai berteriak pada Xiao Ru karena tidak menyelesaikan pekerjaan rumahnya.

Tidak hanya melontarkan perkataan bernada tinggi, Wang juga kemudian menampar telapak tangan Xiao Ru beberapa kali dengan penggaris.

Wang terus memarahi gadis itu selama 3-4 menit. Semua teman sekelas menyaksikan bagaimana Xiao Ru merasa terhina dan kemudian menangis.

Tepat setelah menerima omelan Wang, Xiao Ru berjalan keluar dari ruang kelasnya yang terletak di lantai 4 dan melompat dari gedung.

Orang tuanya yang menerima berita ini kemudian bergegas ke sekolah. Ayah Xiao Ru menemukan putrinya telah berbaring di tanah, jatuh pingsan.

Meskipun Xiao Ru sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa gadis SD berusia 12 tahun ini tidak terselamatkan. Dia mengalami kesulitan bernapas dan kehilangan banyak darah.

Ayah Xiao Ru tidak terima dengan kematian putrinya, ia meminta guru yang berusia 40 tahun itu untuk memberikan penjelasan tentang seluruh insiden ini.

Namun, Wang tidak menunjukkan diri setelah insiden bunuh diri Xiao Ru. Bahkan, pihak sekolah seakan lepas tangan dan tidak bertanggung jawab.

Mereka tidak dapat memberikan informasi yang cukup mengenai sertifikat kualifikasi guru matematika tersebut. (*)

 Sumber : Suara.com /  Editor : Agoes Embun


Ikuti kami di