Harian Haluan

Harianhaluan.com

Haluan Bersama Padang Mini Soccer Bahas Perkembangan Sepak Bola Sumbar

Haluan Bersama Padang Mini Soccer Bahas Perkembangan Sepak Bola Sumbar
SEJUMLAH penggiat sepak bola Sumbar saat melakukan diskusi dengan tema “Sepak Bola Dalam Carito, Mau dibawa Kemana Sepak Bola Kita?”, Minggu (8/12) di HHUB Coworking Space Basko Hotel. RAFFI 

PADANG, HARIANHALUAN.COM -  Melihat perkembangan serta potensi Sepak Bola di Sumatera Barat, Haluan bersama Padang Mini Soccer mengadakan diskusi dengan tema “Sepak Bola Dalam Carito, Mau dibawa Kemana Sepak Bola Kita?”, Minggu (8/12).

Diskusi yang dilaksanakan di HHUB Coworking Space Basko Hotel ini, membahas mengenai seputar perkembangan sepak bola serta bagaimana penyelenggaraan Liga Sepak Bola di Sumatera Barat ini.

Tak tanggung-tanggung, hadir sebagai Keynote Speaker dalam kegiatan kali ini, Adhytra Cipta Rahmadhana (Founder Ataque Soccer School), Ibob Alina (CEO Padang Mini Soccer), Ipda Roni Sulriendi (CEO Taragak Basuo) serta Sekretaris Umum PSSI Sumbar, Hendra Dupa.

Pada kesempatan ini, serta Sekretaris Umum PSSI Sumbar, Hendra Dupa mengatakan, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan sepak bola di Sumbar saat ini bisa dikatakan cukup menggembirakan. Pasalnya, hampir seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sumbar sudah bisa mengadakan turnamen-turnamen sepak bola.


“Kendati demikian, kita masih ada kekurangan dan kelemahan dalam beberapa hal, namun itu dapat ditutup dengan kegiatan supervisi piala walikota Cup U-11,” sebut Hendra, yang pernah jadi redaktur olahraga di harian Haluan ini.

Dikatakannya, dalam beberapa waktu belakangan, Sumatera Barat berturut-turut dipercaya sebagai supervisi dalam melaksanakan turnamen sepak bola.

Megi Fernando, selaku CEO Founder Padang Mini Soccer menyambut baik pernyataan dari pihak PSSI Sumbar tersebut. Pasalanya, dalam beberapa tahun belakangan, banyak bermunculan klub sepak bola baru di Sumbar ini. 

Megi berharap kompetisi yang diadakan harus berkelanjutan dalam jeda waktu yang lama. Tujuannya, agar skill pemain bisa terus terasah melalui liga-liga dan turnamen yang diadakan. 

Hal yang sama dikatakan Ipda Roni Suliendri, CEO Taragak Basuo FC. Ia berharap ke depan, di Sumbar ada pembinaan khusus kepada anak muda yang memiliki kemampuan atau skill sepak bola. Tujuannya untuk mencari bibit-bibit unggul yang akan memperkuat persepak bolaan Sumatera Barat. “Bibit calon pemain handal itu harus dicari dari sekarang,” tegasnya.

Sementara itu, Adhytra Cipta Rahmadhana (Founder Ataque Soccer School) membandingkan bagaimana kurikulum sepak bola antara Indonesia dan Spanyol .

Menurut Adhytra, di Indonesia sendiri, kurikulum sepak bola lebih mengedepankan teknik. Sedangkan di Spanyol, kurikulum sepak bolanya lebih mengedepankan pembentukan karakter. “Harus dikombinasikan antara mengedepankan teknik dengan pembentukan karakter. Tujuannya, agar persepak bolaan Sumatera Barat bisa tangguh dan mumpuni,” tegas Adhytra.

Selain dihadiri oleh Adhytra Cipta Rahmadhana (Founder Ataque Soccer School), Ibob Alina (CEO Padang Mini Soccer), Ipda Roni Sulriendi (CEO Taragak Basuo) serta Sekretaris Umum PSSI Sumbar, Hendra Dupa, diskusi ini juga turut dihadiri oleh puluhan penggiat sepak bola Sumbar. (h/rfi)

Reporter : Rafi /  Editor : Heldi


Ikuti kami di