Harian Haluan

Harianhaluan.com

Banjir 50 Kota, Warga Terpaksa Pakai Sampan dan Perahu

Banjir 50 Kota, Warga Terpaksa Pakai Sampan dan Perahu
Warga terpaksa beraktivitas menggunakan sampan atau perahu. Foto: Sulthan Jeka Kampai/detikcom 

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM - Banjir masih merendam enam kecamatan di kabupaten 50 kota Sumatera Barat, dengan ketinggian antara 70 hingga satu meter. Warga terpaksa beraktivitas menggunakan sampan atau perahu.

"Sudah dua hari ini kami harus menggunakan perahu. Tak sanggup menembus banjir yang tinggi begini," kata Idham, salah seorang warga Nagari Taram, Kecamatan Harau.

Idham dan warga lainnya harus mengeluarkan uang lebih saat bepergian karena naik perahu dengan membawa motornya dikenai biaya antara 10 higga 15 ribu rupiah.
Naik perahu atau sampan merupakan pilihan transportasi yang harus ditempuh warga karena jalanan dikepung banjir.

Banjir sedikitnya melanda enam kecamatan, yakni Kecamatan Payakumbuh, Suliki, Harau, Mungka dan Pangkalan serta Lareh Sago Halaban.


Banjir menyebabkan ratusan rumah dan lahan pertanian terdampak. Puluhan kepada keluarga terpaksa diungsikan.

Pemerintah daerah setempat mengaku sudah mendistribusikan bantuan darurat untuk para korban, dan terus memantau perkembangan situasi dan cuaca.

"Karena hujan lebat, banjir ini sudah mendekati 13 kecamatan. tapi yang paling parah ada enam kecamatan itu. Kita sudah mengungsikan warga dan mengevakuasi mobil yang tertimbun longsor di batas Sumbar-Riau," kata Bupati 50 Kota, Irfendi Arbi.

Ia menyebutkan, warganya yang menjadi korban musibah sedang membutuhkan sembako dan kebutuhan pokok lainnya. (h/dtk)
 

 Sumber : detik.com /  Editor : Heldi


Ikuti kami di