Harian Haluan

Harianhaluan.com

Ribuan Penonton Banjiri Rafting Festival 2019 di Lareh Sago Halaban

Ribuan Penonton Banjiri Rafting Festival 2019 di Lareh Sago Halaban
Aksi peserta Arung Jeram (R4) 2019, di Jorong Air Baba, Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Limapuluh Kota. IST 

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM - Ribuan penonton padati area perhelatan Kejuaraan Terbuka Arung Jeram (R4) 2019, di Jorong Air Baba, Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Limapuluh Kota.

Selain olahraga seru dan menghibur pengunjung, ternyata berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Tidak hanya sebagai kawasan wisata nantinya, lokasi ini dapat menjadi ruang bagi daerah untuk membina atlet untuk melangkah ke tingkat nasional dan internasional, sebut koordinator juri, Hendi Rohendi (Kang Ebo) saat Rafting Festival 2019, Lareh Sago Halaban Sumatra Adventure, Rabu (11/12).

Menurutnya, aliran sungai di Lareh Sago Halaban sangat menarik dan unik, di semua tempat ada sungai. Tetapi di daerah ini ia melihat sangat unik dan memang beda dari yang lainnya. "Walau sungai ini biasa, tetapi yang membuat saya bangga itu antusias para pengunjung yang sangat ramai dan antusias para peserta," kata pria disapa Kang Ebo itu.


Koordinator juri itu mengatakan, kejuraan terbuka yang dikemas lewat Rafting Festival 2019, Lareh Sago Halaban Sumatra Adventure hanya mengambil kategori sprint dan head to head. Bicara terkait sprint, jarak tempuh tiga menit maksimal. Awalnya sprint berjarak 200 meter dan memang tidak dapat diperpendek, hingga akhirnya karen melihat kondisi debit air sungai menjadi 100 meter jaraknya. Setelah sprint dilanjutkan head to head, dua perahu beradu di aliran sungai dengan melihat kegesitan peserta.

"Kita melihat para peserta sangat gesit dan menarik memang, karena sungai ini memang memberi wadah mengarung yang menarik," katanya.

Senior rafting Indonesia dari Bandung itu mengapresiasi kejuaraan terbuka yang digelar di Halaban, Limapuluh Kota, Sumbar. Sebab, tingginya antusias dari peserta tim dengan jumlah lebih dari 20 tim. "Kelebihan memang dan sangat salut buat kawan-kawan termasuk peserta tim yang memang menguji andrenalin, dan kita pun mengikutkan semua kategori untuk diikuti tim," katanya.

Ia berharap kedepan sungai yang terhubung dengan tiga jorong di Halaban, menjadi objek wisata, menggarap atlet nasional dan internasional. "Bila perlu menjadikan objek wisata yang memancing minat para wisatawan mancanegara untuk menyalurkan hobi dan bisa datang ke sini," kata Kang Ebo, berharap.

Wawancara terpisah, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar, Hendri Agung Indrianto mengatakan, Sumbar memiliki potensi wisata alam dan sudah barang tentu berpotensi menarik wisatawan. Ia mendorong kedepan agar minat khusus rafting alias arung jeram menjadi salah agenda sport tourism.

"Objek wisata tidak sekadar objek semata, tetapi bagaimana di kawasan itu ada suatu nilai yang ditawarkan, tentunya bisa berbentuk olahraga, festival atau atraksi. Jadi ada kesan tersendiri bagi wisatawan ketika berkunjung," katanya.

Kolaborasi antara kawasan wisata dan festival atau kadang disebut atraksi wisata, menjadi sumber utama dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah. Menurutnya, Rafting Festival 2019, Lareh Sago Halaban Sumatra, salah satu petualangan seru di Sumatera, khususnya di Sumbar.

"Pemprov dalam hal ini dinas pariwisata akan mendukung segala kegiatan positif yang berdampak pada peningkatan ekonomi, serta melengkapi pesona Sumbar di mata dunia, semoga agenda yang digelar di daerah kita itu berdampak positif dan memberi manfaat demi kesejahteraan rakyat sekitar," katanya.

Wabup Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan mengatakan, olahraga minat khusus arum jeram melibatkan tiga  jorong, baik Halaban, Tanjung Gadang dan Ampalu bisa memberi arti bagi masyarakat daerah. "Semoga kedepan muncul atraksi yang memperkuat pariwisata di Limapuluh Kota, dan berharap rafting festival berkelanjutan," kata Ferizal Ridwan, memberi semangat.

Rafting Festival Lareh Sago Halaban diharapkan kedepan dapat menjadi agenda tahunan, selain mengangkat potensi wisata dan ekonomi masyarakat nagari. Tentunya memberi ruang bagi daerah untuk memiliki operator arum jeram.

"Sehingga dengan adanya operator arum jeram tentu bersinergi dengan mengembangkan potensi ekonomi dan kesejahteraan rakyat, seperti para pelaku UMKM dan lainnya," kata Yan Syafrizal (Buyuang Kopau), Sumatera Adventure, menimpali. (*)

 Sumber : Rilis/Heldi /  Editor : Heldi


Ikuti kami di