Harian Haluan

Harianhaluan.com

Anggota Kaum Pasukuan Caniago Matua Mudiak Antusias Simak 'Ciloteh Mak Katik'

Anggota Kaum Pasukuan Caniago Matua Mudiak  Antusias Simak  'Ciloteh Mak Katik'
Anggota kaum pasukuan Caniago Matua Mudiak, antusias mengikuti 'Ciloteh Mak Katik' di Masjid Taqwa, Padang Gelanggang, Ahad (15/12/2019). dok. panitia.IST 

AGAM,HARIANHALUAN.COM- Kerapatan Adat Nagari (KAN) Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Agam  menggelar Temu Pasukuan Suku Caniago di Masjid Taqwa, Jorong Padang Gelanggang, Ahad (16/12/2019). Kegiatan ini merupakan gebrakan kedua  setelah sebelumnya terlaksana untuk kaum suku Sikumbang.

"Melihat  demikian antusias dan  banyaknya kehadiran  pasukuan Caniago untuk mendengarkan pencerahan tentang Adat dan Sara', tentu  menjadi kepuasan yang luar  biasa bagi Kerapatan Adat Nagari," ujar  J.Dt.Rangkayo Mulia selaku ketua KAN.

Peserta penuh semangat mendengarkan celoteh Mak Katik (Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto). Terlebih  materi yang disampaikan Mak Katik cukup menarik,  mulai dari kehidupan berumah tangga, bakorong bakampuang sarato bajorong jo banagari . "Kerapatan berharap semoga  ilmu yang didapat hadiri, dapat pula dapat ditularkan kepada sanak saudara dan generasi yang belum sempat hadir. Insha Allah tahun depan dapat terlaksana lebih meriah lagi," harap J.Dt.Rangkayo Mulia.

Di Nagari Matua Mudiak, pasukuan Caniago  terdiri dari 18 payuang panji yang berdiri diatas tiga tungku yakni Caniago nan Balimo,  Caniago nan Baranam, dan tungku  Caniago Pinang Sabatang.


Sesungguhnya  semua anggota kaum pasukuan Caniago itu  adalah urang badunsanak nan sapasukuan, yang terdiri dari mamak jo kamanakan, induak jo anak.Kendati  demikian, banyak pula yang baru  tahu bahwa  mereka badunsanak  setelah hadir dan bertemu muka dalam acara ini,  tertutama di kalangan generasi milenial. 

Bagi yang  jarang  pulang kampung, ketidaktahuan mereka mungkin lebih parah lagi. (dn/rl)

 Sumber : KAN /  Editor : Dodi


Ikuti kami di