Harianhaluan.com

Harianhaluan.com

Ujian Nasional Dihapus, Sekjen : Ini Salah Satu Kekeliruan

Ujian Nasional Dihapus, Sekjen : Ini Salah Satu Kekeliruan
 

Ujian Nasional Dihapus, Sekjen : Ini Salah Satu Kekeliruan

BANJARBARU, HARIANHALUAN.COM

Kemendikbud akan menghapus pelaksanaan ujian nasional. Sekjen Kementerian Agama, M Nur Kholis Setiawan meminta guru fokus pada pengembangan diri dan persiapkan peserta didik merespon tantangan zaman.  

Menurutnya, kurikulum dan alat evaluasi bisa berubah. Jika ujian nasional dihapus, itu bukan berarti menghilangkan evaluasi. Sebab,  alat evaluasi sangat beragam.

"Yang penting bagi para pendidik madrasah adalah memacu diri sekaligus menyesuaikan dengan dinamika tantangan peserta didik," pesan Sekjen saat berbicara pada Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan Madrasah di Banjarbaru, dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Selasa (7/1/2020).

Sekjen menjelaskan, gagasan penghapusan UN berangkat dari keprihatinan munculnya penganaktirian matapelajaran, komersialisasi buku soal, dan ketergantungan pada lembaga les belajar.

"Ini menurut saya salah satu kekeliruan, karena mengukur seseorang pintar atau tidak itu bukan tipe bilangannya salah satu dari mata pelajaran," katanya.

"Masing-masing orang punya kapasitas" kata Sekjen mengutip kalimat pembuka jilid pertama dari Syarah Minhajul 'Abidin yang berjudul Sirajutthalibin yang ditulis oleh Mbah Ihsan Jampes. 

Sehingga, menurutnya, tidak bisa kemudian dunia pendidikan "mendiskriminasi" peserta didik pinter atau bodoh berdasarkan nilai salah satu bidang pelajaran saja. Sebab,  bisa jadi peserta didik punya keunggulan di bidang pelajaran tertentu, tapi lemah di bidang pelajaran lain. 

Tanggung jawab Kemenag, kata Sekjen, adalah menyiapkan kurikulum yang baik,  fasilitas pendidikan yang memadai, serra kesejahteraan para pendidik dan tenaga kependidikan. "Tentu ada perbedaan kesejahteraan pendidik antara beberapa tahun lalu dengan sekarang yang diharapkan dapat menjadi spirit dalam menjalankan tugasnya," tutupnya.

Rakor diikuti lebih 200 peserta, terdiri atas para Kepala Kantor Kemenag, Kasi Penmad serta Perwakilan Kepala Madrasah dan Pokjawas se Kalsel. (h/milna)

loading...
 Sumber : Kemenag RI /  Editor : Milna

Ikuti kami di