Harian Haluan

Harianhaluan.com

Sambangi Nagari Tigo Koto, WIP Disambut dengan Saluang Bagurau

Sambangi Nagari Tigo Koto, WIP Disambut dengan Saluang Bagurau
WAHYU IP dihadapan masharakat Kecamaatan Ramatan menyampaikan gagaasannya dalam membangun daerah. FERI MAULANA 

TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM - Untuk kedua kalinya, masyarakat Galogandang, Nagari Tigo Koto dikunjungi Wahyu Iramana Putra yang menjadi salah satu bakal calon bupati Tanah Datar, Selasa hingga Rabu (7-8/1).

Kunjungan Wahyu IP saat itu juga disambut kesenian tradisi Dendang Saluang Bagurau dan dihadiri puluhan masyarakat sekitar, di kedai kopi yang selalu menjadi tempat acara saluang dendang digelar.

Saat itu Wahyu turut serta seperti seperti yang lazim dilakukan saat dendang tersebut yaitu memesan laku kesukaan dengan memberikan sumbangan uang seikhlasnya pada kotak yang tersesia di hadaoan para pedendang.

Pada pertengahan acara, Wahyu IP berkesempatan menyampaikan pandanganya untuk kemajuan daerah. Berbagai gagasan disampaikan Wahyu saat itu dalam memajukan Tanah Datar kedepan. Sebelumnya Wahyu IP apresiasi atas lestarinya kesenian saluang dendang bagurau itu ditengah-tengah masyarakat modern saat ini.

Satuhal yang menarik dan membuat kagum warga yang hadir saat itu, mendengarkan niat Wahyu bahwa tidak akan menikmati gajinya jika terpilih sebagai bupati nanti. "Rencana ini, istri saya sudah setuju bahwa nanti gaji saya sebagai bupati saya ambil dan kangsung saya kembalikan seluruhnya pada masyarakat kurang mampu, dari perantau juga kita rangkum untuk membantu masyaarakaat kurang mampu. Saya sedih, Tanah Datar menjadi peredaran narkoba tiga besar di Sumbar, kita luhak nan tuo. Anak muda banyak korbannya. Mohon dukung saya, angku-angku, mamak-mamak ambo," ujar Wahyu.

Dikatakan, saat ini bantak orang ingin menjatuhkannya sebagai calon keoala daerah, namun ia bertekad, sekali layar terkemnang, pantang surut pulang. "Mohon dukung saya. Saya ingin melayani masyarakat bukan untuk dilayani.

Perantau kita banyak sukses di negeri orang, banyak sebagai pengusaha konveksi, tapi di sini tidak ado konveksi. Yang menentukan kita jadi nanti hanya Allah SWT, silaturahmi saat ini yang utama. Saya anak pisang di sini, di Kecamatan Rambatan ini. Mari

kita berjuang bagaimana mengantarkan yang terbaik untuk negeri ini, ke mana saya diminta saya siap demi kemajuan daerah," ujar Wahyu bertekat. (h/fer)

Reporter : Feri Maulana /  Editor : Heldi
Ikuti kami di