Harian Haluan

Harianhaluan.com

Kadis LHPRKP Pasaman: Tiap Nagari Harus Miliki Kontainer dan Bank Sampah

Kadis LHPRKP Pasaman: Tiap Nagari Harus Miliki Kontainer dan Bank Sampah
Kadis LHPRKP Kabupaten Pasaman, Rosben Aguswar menyerahkan bantuan bibit kesalah satu perwakilan Keltan di Panti Selatan. YUDHI 

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM--Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (LHPRKP) Kabupaten Pasaman, Rosben Aguswar menghimbau masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai untuk mencegah terjadinya banjir. 

"Bupati sudah buat edaran, masyarakat dilarang buang sampah ke sungai. Ini salah satu upaya mencegah bencana banjir," ujar Rosben di Petok, Sabtu. 

Bencana banjir, kata Rosben, membuat masyarakat harus waspada agar musibah itu tidak datang lagi. Salah satunya yakni masyarakat  diminta untuk mendaur ulang sampah, khususnya sampah plastik agar bernilai ekonomis. 

"Untuk itu, warga perlu diingatkan agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama bijak mengelola sampah. Sampah kerap menjadi biang penyebab banjir," katanya. 

Untuk mencegah banjir, masyarakat, kata Rosben, juga perlu membuatkan bank sampah disekitar tempat tinggalnya. Pengelolaan sampah  sebagai salah satu hal penting untuk dibenahi di daerah itu. 

"Dengan program ini diharapkan masyarakat dapat mengelola sampah di lingkungannya secara terpadu," katanya.

Selain itu, mantan Inspektur Daerah ini juga meminta setiap nagari menyiapkan tempat pembuangan sampah sementara ditengah permukiman warga. Ini upaya untuk mencegah warga tidak buang sampah ke sungai. 

"Untuk itu kita minta setiap nagari harus menganggarkan pengadaan kontainer sampah. Per unit kontainer tidak mahal, hanya Rp35 juta saja," ucap Rosben. 

Di sisi lain, setiap masyarakat juga harus sadar menjaga kelestarian lingkungan dengan menanam pohon. Kalau lingkungan sekitar penuh dengan pepohonan hijau yang rindang pasti akan banyak manfaatnya. 

Selain mencegah banjir, menanam pohon juga membuat lingkungan menjadi lebih sehat. Karena banyaknya oksigen alami dari pohon-pohon yang ditanam secara massal. (h/yud)

Reporter : YUDHI /  Editor : Dodi
Ikuti kami di