Harian Haluan

Harianhaluan.com

Sabar AS Apresiasi Gerakan Hijau Kerabat Mahasiswa Panti Selatan

Sabar AS Apresiasi Gerakan Hijau Kerabat Mahasiswa Panti Selatan
Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Sabar AS saat melakukan penanaman pohon didampingi Kadis LHPRKP, Wakapolres, Camat Panti dan Kapolsek Panti.YUDHI 

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM--Penanaman ratusan bibit pohon oleh Gerakan Hijau Kerabat Mahasiswa Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, diapresiasi banyak pihak. Salah satunya, oleh anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Sabar AS. 

enurut Politikus Partai Demokrat ini, gerakan yang digagas oleh mahasiswa tersebut membutuhkan keberlanjutan dan harus melibatkan seluruh stake holder. Pencegahan kerusakan hutan harus dicegah sejak dini agar tidak berdampak buruk kepada masyarakat. 

"Merasa bersyukur, bangga dan apresiasi atas prakarsa adik-adik mahasiswa Pansel. Ini cerminan, gambaran kekerabatan sekaligus kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial masyarakat," ungkap Sabar AS saat menghadiri acara penanaman 500 bibit pohon oleh Gerakan Hijau Kerabat Mahasiswa Panti Selatan di Petok, Sabtu (18/1).

Selaku wakil rakyat Pasaman dan Pasbar di DPRD Provinsi Sumatera Barat, ia mengatakan, terus berjuang menjadi penyambung lidah masyarakat di dua kabupaten itu. Salah satunya menyuarakan penanganan daerah aliran sungai (DAS) Batang Sumpur. 

"Penanganan DAS Batang Sumpur harus dilakukan secara komprehensif, baik dari hulu maupun hilirnya. Jujur, saya sudah nyinyir menyampaikan ini kepada KemenPUPR, Dinas PSDA sudah sejak lama," katanya. 

Namun, kengototannya itu baru membuahkan hasil di tahun ini. Dimana, pemerintah pusat, lewat Kementerian PUPR sudah mengalokasikan dana puluhan miliar untuk penanganan aliran sungai Batang Sumpur di Pasaman, guna meminimalisir bencana banjir di wilayah Pasaman. 

"Dan, alhamdulillah pada tahun ini Kementerian PUPR sudah mengalokasikan dana sebanyak Rp75 miliar untuk penanganan sungai Batang Sumpur. Ini upaya pemerintah mencegah terjadinya banjir," katanya. 

Sabar juga mengajak masyarakat Pasaman agar menghentikan praktik penebangan hutan secara liar dengan dalil apapun itu. Meski itu untuk pembukaan lahan perladangan sekalipun. 

"Mulai dari sekarang mari kita setop penebangan hutan. Cara-cara itu sangat dilarang, karena dapat merusak fungsi hutan. Hutan rusak, maka bencana pun menghadang," imbuhnya. 

Sebelumnya, sebanyak 500 bibit pohon ditanam. Bibit pohon yang ditanam, terdiri atas bayur, mahoni, tembesi dan bambu. Gerakan menanam pohon ini digagas oleh Gerakan Hijau Kerabat Mahasiswa Panti Selatan. 

"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata atas kepedulian kita anak-anak nagari Panti Selatan terhadap keselarasan antara masyarakat dan lingkungan. Oleh sebab itu melalui gerakan ini kita berhimpun untuk mengabdi dan berbuat untuk nagari," ujar Ketua Dewan Penasehat Ikatan Cendikiawan Nagari Panti Selatan, Didi Al Amin. (h/yud) 

Reporter : YUDHI /  Editor : Dodi
Ikuti kami di