Harian Haluan

Harianhaluan.com

WIP dan Indra Gunalan Sambangi Korban Kebakaran di Nagari Saruaso

WIP dan Indra Gunalan Sambangi Korban Kebakaran di Nagari Saruaso
WAHYU Iramana Putra dan Indra Gunalan meninjau korban kebakaran dan memberikan bantuan spontan kepada keluarga korban. FERI MAULANA 

TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM - Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar Wahyu Iramana Putra dan Indra Gunalan meninjau korban kebakaran yang terjadi di Jorong Saruaso Barat Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas. 

Kedatangan pasangan balon tersebut disambut masyarakat dan ketua pemuda Saruaso Efendi Intan Gagah di lokasi eks kebakaran tersebut, Sabtu (18/1).
Pada peristiwa nahas, Sabtu dini hari itu, api menghanguskan satu unit rumah yang juga digunakan sebagai bengkel sepeda motor, selain menghanguskan bangunan, kebakaran juga menghanguskan tiga unit motor.

Beruntung warga bersama-sama masih sempat menyelamatkan barang-barang berharga seperti alat-alat bengkel dengan dievakuasi ke seberang jalan dari tempat kebakaran.

Untuk memadamkan api, Dinas Pol PP dan Damkar Tanah Datar menurunkan tiga unit mobil pemadam. Api baru bisa dijinakkan satu jam kemudian. Jauhnya mendapatkan pasokan air menjadi kendala petugas dalam memadamkan api pada tengah malam itu.

Sementara, kehadiran dan gerakan cepat tanggap yang dilakukan Wahyu IP dan Indra Gunalan saat itu yang juga memberikan bantuan uang tunai untuk meringankan beban keluarga yang ditimpa bencana kebakaran. Sedangkan Indra Gunalan (IG) memberikan bantuan berupa 10 kodi atap seng untuk pembangunan kembali rumah tersebut.

Saat itu, Wahyu IP dan Indra Gunalan mengatakan, atas peristiwa
kebakaran itu, diharapkan kepada masyarakat Tanah Datar untuk selalu waspada dan berhati-hati dengan api dan sumber-sumber percikan yang dapat menyebabkan terjadinya bencana kebakaran. 

"Api ini kalau kecil teman kita, tapi kalau sudah besar akan jadi musuh bagi kita semua, seperti yang telah terjadi pada masyarakat kita saat ini," ujar IG mewanti-wanti warga untuk selalu waspada dengan berbagai hal yang dapat menyebabkan malapetaka.

Menurut pengakuan masyarakat sekitar, kekecewaannya atas terlambatnya kedatangan mobil pemadam kebakaran. Setelah satu jam kebakaran menghanguskan rumah baru mobil kebakaran datang, kata beberapa orang masyarakat sekitar tempat terjadinya kebakaran kepada Wahyu dan IG saat itu sedikit menyayangkan.

Wahyu IP dan IG menyayangkan sekali keterlambatan datangnya mobil Damkar ke lokasi kebakaran. "Mobil Damkar dan petugasnya harus selalu siaga 24 jam, agar tidak terjadi keterlambatan penanganan bencana seperti di sini," kata Indra Gunalan.

Dikatakan Wali Nagari Tigo Jangko tiu, mestinya pihak BPBD mendirikan tenda darurat bagi korban bencana kebakaran itu. "Sekarang saya melihat pemerintah lamban menangani masalah ini, kita kasihan melihat korban kebakaran ini dengan menumpang di rumah tetangga. Seharusnya Pemerintah melalui BPBD cepat tanggap dalam hal ini.  Untuk menyelamatkan korban dengan mendirikan tenda darurat," ujar IG lagi.

Kejadian tersebut diduga berawal dari korsleting listrik di loteng rumah, dan api langsung menjalar dan membesar di atas loteng, korban
ada korban jiwa pada peristiwa itu, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp.250 juta. Uang tunai ikut terbakar sebesar
Rp.50 juta. (h/fma)

Reporter : Feri Maulana /  Editor : Heldi
Ikuti kami di