Harianhaluan.com

Harianhaluan.com

Polres Pasaman Warning Pelaku Illegal Logging

Polres Pasaman Warning Pelaku Illegal Logging
Wakapolres Pasaman, Kompol A Yani, SH 

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Waka Polres Pasaman, Kompol Ahmad Yani menyatakan, kepolisian setempat akan menindak tegas pelaku pembalakan hutan (illegal logging) dan penambangan emas liar (illegal mining) di wilayah tersebut.

Dikatakan, bahwa ancaman hukum terhadap para pelaku penebangan dan penambangan liar ini sangat tinggi, karena sama dengan mencuri disiang hari.

"Kita akan tindak tegas para pelaku penambangan liar dan penebangan pohon. Karena praktik tersebut dapat memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor," pungkas Kompol A Yani di Panti, Minggu.

Kasus-kasus perambahan hutan dan penambangan liar ini memang menjadi konsen Polres Pasaman. Pihaknya, kata dia, akan melakukan penindakan demi menjaga lingkungan  tidak rusak dan bisa dinikmati untuk anak cucu di masa-masa mendatang.

Baca Juga : AS Bakal Hapus dan Larang Semua Aplikasi China?
Baca Juga : Wah, Pilek Ternyata juga Bisa Terjadi pada Alat Kelamin


"Jadi, bagi warga yang mengetahui adanya praktik illegal logging dan illegal mining ini, laporkan kepada kami. Nggak usah takut," katanya.

Peti di Cubadak Masih Diselidiki Polisi

Kian maraknya penambangan tanpa izin (Peti) oleh warga di Nagari Cubadak, Kecamatan Duokoto, Wakapolres, Kompol A Yani mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan evaluasi terhadap kegiatan penambangan tanpa izin tersebut. Selain itu, Polres Pasaman juga bersinergi bersama unsur Forkopimda setempat.

"Kalau memang nanti ada pelanggaran hukumnya, kita akan bersinergi dengan Departemen Pertambangan (ESDM), dan rekan-rekan Forkompimda. Kita bawa dulu ke ranah musyawarah. Kalau sepakat, baru kita lakukan penegakan hukum," katanya.

"Tapi kalau sepakat, karena mungkin mereka tidak tahu itu pelanggaran hukum, kita beritahu dulu. Kita minta dihentikan demi untuk kepentingan lingkungan hidup," sambung Kompol A Yani lagi.

Pihaknya, kata dia, saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kegiatan penambangan tanpa izin itu. Medan yang sulit serta jauhnya jarak tempuh menuju lokasi menjadi kendala bagi pihak kepolisian.

"Laporan sementara sudah ada. Jangkauan ke lokasi penambangan itu sangat jauh. Kita masih melakukan penyelidikan lebih dahulu, dimana saja tempat-tempat penambangan tersebut. Karena jarak dari perkampungan ada yang berjarak 40 Km dengan jalan kaki," tukas putra kelahiran Tanjung Aro ini.

Sebelumnya, kata Kompol A Yani, pihaknya sudah mengamankan satu unit alat berat yang diduga melakukan penambangan emas di lokasi tersebut. Ini menjadi salah satu bukti bahwa Polres Pasaman serius memberantas Peti di wilayah hukumnya.

Dari informasi yang dihimpun harianhaluan.com, penambangan tanpa izin di Nagari Cubadak, Kecamatan Duokoto ini sudah berlangsung sejak 2016. Sejumlah alat berat beroperasi melakukan pengerukan untuk mencari emas disepanjang aliran sungai Batang Kundur dan Batang Papaneh.

Saat ini praktik tersebut semakin menjadi-jadi. Penambangan ilegal itu kini sudah menyasar sejumlah lokasi di Kanagarian Cubadak, seperti di Lanai, Sinuangon, Batang Kundur, Sigalabur dan Bandar Padang. (h/yud)

loading...
Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Heldi

Ikuti kami di