Harian Haluan

Harianhaluan.com

Sudah Beraksi di 25 TKP dan 5 Kali Lepas dari Tangkapan

Kawanan 'Kapak Merah' yang Resahkan Mahasiswa Unand Diciduk

Kawanan 'Kapak Merah' yang Resahkan Mahasiswa Unand Diciduk
Kawanan "Kapak Merah" yang diciduk jajaran Opsnal Polsek Pauh. 

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Dua orang tersangka pencurian sepeda motor (curanmor) berhasil diciduk jajaran Polsek Pauh, Sabtu (18/1) lalu. Dua tersangka yang ditangkap ini adalah kawanan 'Kapak Merah' yang viral dan meresahkan mahasiswa serta masyarakat di seputaran Kampus Unand, Limau Manis, Padang.  

Informasi yang dihimpun harianhaluan.com, kedua tersangka yakni, Suryadi alias Mando (34) dan Gusman Robianto alias Robi Comot (27) yang merupakan warga Kapalo Koto, Kecamatan Pauh ini ditangkap di dua lokasi berbeda. Dari keduanya, petugas berhasil mengamankan 8 unit sepeda motor. 

Kapolsek Pauh, Kompol Hamidi kepada awak media, Selasa (21/1) menyebutkan, penangkapan terhadap kedua tersangka ini berawal dari penyelidikan tim Opsnal Polsek Pauh pasca banyak laporan yang masuk dari mahasiswa dan juga keresahan masyarakat akan aksi mereka. Polisi juga tertolong dengan adanya rekaman CCTV saat para tersangka ini beraksi.

Dari hasil penyelidikan, petugas menangkap tersangka Mando di kawasan Tunggul Hitam setelah dipancing keluar pada Sabtu (18/1) petang. Pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan ini sudah menjadi target operasi (TO) petugas dan berkali-kali lepas dari tangkapan. 

"Pengejaran terhadap tersangka ini sudah lima kali dilakukan, namun dia cukup licin sehingga selalu berhasil lolos. Pada pengejaran keenam kalinya inilah baru tersangka tak berkutik dan diamankan dari tempat persembunyiannya," kata Hamidi. 

Usai mengamankan Mando, petugas pun mencoba mencari keterangan tambahan. Didapatlah nama Robi Comot yang merupakan rekan seperjuangan Mando saat melakukan aksi curanmor. Tidak menunggu lama, Minggu dinihari, petugas pun mengamankan Robi dirumahnya di kawasan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh.

"Kedua tersangka ini langsung digiring ke Mapolsek Pauh beserta barang bukti satu buah kapak merah yang digunakan untuk mengancam dan menakuti korbannya," jelas Hamidi. 

Saat pengembangan kasus, polisi pun mendapatkan fakta jika keduanya sudah beraksi di 25 TKP dengan delapan barang bukti kendaraan bermotor yang sebagian sudah dijual oleh para tersangka. "Kendaraan-kendaraan itu berhasil kita dapat di Kabupaten Pesisir Selatan," tutup Hamidi. (*)

 Editor : Agoes Embun
Ikuti kami di