Harianhaluan.com

Harianhaluan.com

Ternyata! Kapak Merah Kawanan Curanmor Pauh Dibeli di Pasar

Ternyata! Kapak Merah Kawanan Curanmor Pauh Dibeli di Pasar
Tersangka curanmor yang kerap menggunakan kapak merah saat beraksi di seputaran Kampus Unand sudah ditangkap. 

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Jajaran Opsnal Polsek Pauh berhasil meringkus dua orang tersangka pencurian sepeda motor yang menggunakan "Kapak Merah" dan kerap beraksi di seputaran Kampus Unand, Limau Manis, Padang. Dari hasil pemeriksaan petugas, terungkap, kapak merak yang digunakan tersangka ternyata dibeli di pasar. 

Kapolsek Pauh, Kompol Hamidi mengatakan, para tersangka ini memang menggunakan kapak yang ujungnya diberi cat merah untuk menakuti-nakuti korbannya jika ketahuan saat beraksi. "Untuk barang bukti kapak merah yang mereka gunakan, ternyata dibeli para tersangka di pasar. Mereka tidak ada kaitan dengan gerombolan Kapak Merah," jelas Kapolsek.

Selain itu, kedua tersangka bisa dikatakan bar-bar, karena saat beraksi tidak menggunakan kunci 'T'. Para tersangka ini main langsung patah saja stang kendaraan yang sudah diincarnya tanpa memakai kunci seperti kebanyakan tersangka curanmor. 
"Setelah itu, motor dibawa dengan mendorongnya sambil naik. Jika kondisi sepi, barulah mereka menghidupkan motor dengan menyambungkan kabel powernya," ucap Hamidi. 

Disebut Kompol Hamidi, kebanyakan barang bukti hasil curanmor kedua tersangka ini dijual ke Kabupaten Pesisir Selatan, sehingga Unit Opsnal harus melakukan koordinasi dengan jajaran Polsek Koto XI Tarusan untuk mencari keberadaan ranmor hasil curian yang telah dijual tersebut.

Baca Juga : Peringatan 17 Agustus, Gubernur Sumbar Imbau Masyarakat Kibarkan Bendera Sebulan Penuh
Baca Juga : Pemuda di Padang Ini Tersengat Listrik Saat Ambil Layangan


"Pada Minggu (19/1) sekitar pukul 10.00 WIB di daerah Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, bekerjasama dengan Polsek setempat, petugas berhasil mengamankan lima unit yang merupakan ranmor hasil curian pelaku yang dijualnya di daerah itu," kata Hamidi.

Dari hasil pengembangan itu pula, petugas mendapatkan informasi akurat mengenai penadah sepeda motor curian tersebut. "Petugas sempat datang ke rumah penadah itu, tapi tak ditemukan. Hanya ada istrinya. Dibantu pemuka masyarakat setempat, BB ranmor tersebut didapati berada disana dan kita sita," ujar Hamidi.

Jajaran Opsnal Polsek Pauh sendiri juga masih terus melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan barang bukti lain yang diperkirakan masih ada di Kabupaten Pesisir Selatan. "Untuk tersangka yang sudah diamankan ini, mereka terjerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat) dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara," sebut Hamidi.

Sementara itu, kepada petugas, tersangka ini mengaku menjual motor tersebut dengan harga Rp2,5 juta. Dalam sehari, keduanya bisa mengambil satu hingga dua motor sekaligus. "Uang dari hasil jual motor itu digunakan untuk foya-foya," tutup Hamidi. 

Sebelumnya, dua orang tersangka pencurian sepeda motor (curanmor) berhasil diciduk jajaran Polsek Pauh, Sabtu (18/1) lalu. Dua tersangka yang ditangkap ini adalah kawanan 'Kapak Merah' yang viral dan meresahkan mahasiswa serta masyarakat di seputaran Kampus Unand, Limau Manis, Padang.  

Informasi yang dihimpun harianhaluan.com, kedua tersangka yakni, Suryadi alias Mando (34) dan Gusman Robianto alias Robi Comot (27) yang merupakan warga Kapalo Koto, Kecamatan Pauh ini ditangkap di dua lokasi berbeda. Dari keduanya, petugas berhasil mengamankan 8 unit sepeda motor. (*)

loading...
 Editor : Agoes Embun

Ikuti kami di