Harian Haluan

Harianhaluan.com

Memprihatinkan! Ternyata Masih ada Masyarakat Pasbar Gunakan Ponton Menyeberang Setelah 75 Tahun Bangsa Merdeka

Memprihatinkan! Ternyata Masih ada Masyarakat Pasbar Gunakan Ponton Menyeberang Setelah 75 Tahun Bangsa Merdeka
Memprihatinkan melihat masyarakat Jorong Sikilang di Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat terpaksa mempergunakan ponton untuk menyeberang. Fadli 

PASAMAN BARAT, HARIANHALUAN.COM - Di usia 16 Tahun, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) berdiri dengan slogan yang sering disebut "Negeri Petro Dolar", ternyata masih menyisakan segudang masalah. 

Cita-cita pemekaran Pasbar tahun 2004 silam bertolak belakang dengan kenyataan saat ini yang dirasakan sebagian masyarakat.

Seperti yang dialami oleh masyarakat Jorong Sikilang Nagari Sei Aur, Kecamatan Suangai Aur. Hingga memasuki 75 tahun bangsa merdeka, ternyata akses jalan ke pemukiman masyarakat Sei Aur tersebut beum terhubung lancar. Mereka terpaksa menggunakan alat penyeberangan sungai sederhana yang sangat rawan keselamatan demi menuju akses keluar kampung mereka.

Parahnya, keluhan mereka kerap disampaikan kepada Pemerintah, akan tetapi hal tersebut seolah tidak ditanggapi secara serius oleh Pemkab Pasaman Barat.

Ketua Aliansi Masyarakat Bersatu Pasaman Barat (AMB) Yuheldi Nasution kepada harianaluan.com (Haluan Media Group) Selasa (21/01/20) di Simpang Empat mengatakan, kondisi jalan menuju Sikilang memang tergolong memprihatinkan.  Selain jalan yang sepi di tengah perkebunan milik Perusahaan, kondisi jalan tersebut bergelombang dan berlobang. 

 Apalagi pada musim hujan, akses jalan sulit untuk di tempuh masyarakat.

Selain itu jembatan sebagai akses jalan alternatif menuju Sungai Aur juga tidak layak untuk dilalui karena kondisi jembatan yang mengkhawatirkan akan dapat menelan korban jiwa apabila hal tersebut terus dibiarkan.

"Kita sangat kecewa dengan Pemerintah Daerah Pasaman Barat seolah olah tidak peduli terhadap Jorong Sikilang. Sebatas yang kita ketahui Serapan dana APBD Pasaman Barat  untuk membangun akses jalan dan Jembatan menuju Sikilang masih sangat minim. Bahkan boleh dikatakan pada periode Bupati lima tahun belakang ini belum ada menyentuh, padahal Sikilang adalah bahian dari Pasbar," keluhnya.

Nedi, salah seorang masyarakat Sikilang mengatakan, ia merasa sangat kesal dengan tidak adanya kepedulian pemerintah daerah untuk membangun akses jalan dan jembatan  yang setiap harinya dilalui oleh masyarakat.

"Sulitnya akses jalan tersebut untuk di tempuh dibuktikan adanya korban yang meninggal dunia dalam kandungan dan pasien yang meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. korban tidak dapat diselamatkan pada saat itu karena terlambat dalam mendapatkan penanganan dirumah sakit, dikarenkan akses jalan yang buruk berlobang dan begelombang," pungkasnya.

Ditambahkan, di samping jalan buruk, berlobang, dan bergelombang, kondisi tersebut di perparah dengan jembatan penyeberangan yang menghkawatirkan. Karena apabila masyarakat ingin menyeberang yang menggunakan kendaraan maka jalan satu satunya kendaraan masyarakat harus dinaikkan di atas  Ponton untuk diseberangkan. 

"Disisi lain, jarak tempuh dari Sikilang menuju pusat Kabupaten Pasbar sekitar 30 Kilometer dan memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan kondisi jalan saat ini,"Pungkasnya.

Ia berharap, semoga pemimpin kedepannya siapapun orangnya dapat peduli dan memprioritaskan pembangunan pada daerah terpencil agar tidak ada lagi menimbulkan korban jiwa. (*)

Reporter : Fadli /  Editor : DavidR


Ikuti kami di