Harian Haluan

Harianhaluan.com

BPBD Sijunjung: 15 Titik Longsor Landa Ruas Jalan, Nagari dan Lahan Pertanian Masyarakat Pascabanjir

BPBD Sijunjung: 15 Titik Longsor Landa Ruas Jalan, Nagari dan Lahan Pertanian Masyarakat Pascabanjir
Ruas jalan masih tergenang air pascabanjir melanda Sijunjung, Senin (21/01/20). AZN 

SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung masih melakukan pendataan jumlah lokasi yang terdampak bencana longsor dan banjir, Senin (21/1).

"Data sementara, ada 15 titik  terdampak longsor dan banjir," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sijunjung, Henry Chaniago kepada harianhaluan.com, Selasa (21/1).

Ke-15 lokasi terdampak bencana longsor dan banjir, yakni ruas jalan Pandan - Solok Amba, ruas jalan Sijunjung - Aia Angek, ruas jalan Muaro - Silokek, ruas jalan nasional Kiliran Jao - Dharmasraya, ruas jalan nasional Kiliran Jao - Kuantan Singgigi, Sungai Tambang, Bukik Lantiak Sumpur Kudus dan di Tanjung Bonai Aur.

"Ruas jalan ini tertutup material longsor.Beberapa titik sudah dibersihkan, titik lainnya masih menunggu alat berat," ucap Henry Chaniago.

Sementara banjir mengenangi enam nagari. Dari data BPBD Sijunjung, banjir tidak hanya menggenangi area pemukiman warga dan fasilitas umum, tapi juga jalan raya dan area pertanian.

Enam nagari terdampak banjir, yakni Nagari Sungai Lansek, Muaro Takung, Tanjung Gadang, Aia Angek, Tanjung Lolo dan Nagari Sungai Betung.

Henry Chaniago menjelaskan, kondisi terkini banjir yang mengenangi enam nagari tersebut."Sudah surut, terutama di Dusun Tinggi Nagari Muaro Takung dan Sungai Lansek," ucapnya. (*)

Reporter : Azet /  Editor : DavidR


Ikuti kami di