Harian Haluan

Harianhaluan.com

Ibnu Asis: Kreatifitas Remaja Perlu Diapresiasi

Ibnu Asis: Kreatifitas Remaja Perlu Diapresiasi
Anggota DPRD Ibnu Asis, mengapresiasi pesantren kilat remaja Masjid Jihad di Talao, Kelurahan Campago Guguak Bulek, Kecamatan MKS. Gatot 

BUKITTINGGI, HARIAN HALUAN.COM - Remaja menjadi sosok yang paling menyita perhatian banyak pihak saat ini. Tidak saja dari kalangan pemerintah, bahkan pihak swasta juga  membidik potensi kaum  milenial tersebut.

Namun demikian, tidak sedikit diantara para pemerhati yang mengkhawatirkan eksistensi kaum muda di masa kini hingga masa mendatang. Apalagi saat ini remaja dihadapi dengan masa bonus demokrafi untuk menuju era Indonesia Emas pada 2045

Menjawab peluang dan tantangan remaja saat ini dan hari esok, anggota Komisi II DPRD Kota Bukittinggi Ibnu Asis menyampaikan, disadari atau tidak banyak diantara pemerhati remaja yang mencemaskan eksistensi dan nasib masa depan remaja.  Terutama yang menyangkut dengan sikap moral dan perilaku aneh yang menyimpang dari sebagian anak muda saat ini.  Hal ini mengingat mereka hidup dan tumbuh pada zaman modern yang  canggih atau yang lebih populer disebut era revolusi industri 4.0

 “Sesungguhnya, diantara kata kunci yang akan menjadi benteng sekaligus mempersiapkan generasi muda untuk berkompetisi dan berprestasi di era milenial saat ini adalah pendidikan. Sebagaimana yang telah diajarkan dan diwasiatkan oleh Sayyidina Ali Bin Abi Thalib R.A, melalui kata-kata bijaknya yang  penuh hikmah, yakni  didiklah anak-anak generasi keturunan mu, karena mereka akan hidup (tumbuh dan berkembang) pada zaman yang tidak sama dengan zaman mu,” ujar Ibnu Azis, Rabu (22/1).

Oleh karena itu, politisi PKS tersebut  mengajak para orang tua, masyarakat, pemerintah daerah dan pihak swasta agar memberi ruang yang terbuka dan kesempatan yang luas kepada kaum muda untuk mengenyam pendidikan yang memadai, baik formal maupun non formal dengan memperhatikan kondisi kekinian dan kedisinian.

Disamping itu ungkap Ibnu Azis,  kepada para stakeholder terkait diminta untuk memberikan fasilitasi berupa wadah untuk berkumpul, berserikat dan berorganisasi,  serta penyaluran minat dan bakat  bagi para remaja dimaksud.

Menurutnya, yang tidak boleh dilupakan untuk generasi penerus ini adalah memberikan perhatian yang tulus dengan penuh kasih sayang, serta apresiasi yang tinggi terhadap semua aktifitas dan kreatifitas mereka. Sebagai contoh, dimana  ia meapresiasi kegiatan pesantren kilat remaja Masjid Jihad di Talao, Kelurahan Campago Guguak Bulek, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) yang sudah menginisiasi kegiatan pesantren kilat remaja dengan penuh kesungguhan.  

“Memang  banyak contoh  lainnya terhadap aktifitas dan kreatifitas yang dilakukan oleh para remaja yang patut diapresiasi  di kota wisata ini. Apresiasi yang diberikan   tidak mesti seluruhnya dalam bentuk materi.  Namun dukungan moril dan pengawasan yang bertanggung jawab  juga  bisa menjadi penghargaan tersendiri. Karena dengan apresiasi yang diberikan, kaum muda ini akan merasa dihargai dan tidak dipandang sebelah mata”, ujar Ibnu Asis.

Ia juga menegaskan bahwa organisasi kepemudaan pada berbagai tingkatannya berperan penting menjadi fasilitator sekaligus sebagai katalisator untuk membentuk karakter dan mengasah minat dan bakat para remaja tersebut, seiring dengan  perkembangan kemajuan zaman.

Sejalan dengan hal tersebut, sudah barang  tentu menjadi kewajiban juga bagi pemerintah daerah untuk membina dan memberdayakan secara profesional dan proporsional para kaum muda dan organisasi kepemudannya sebagai amanah langsung dari  Undang-undang nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan.

“Kita harapkan untuk pembinaan dan pemberdayaan kaum muda tersebut, sudah semestinya tampak dan terakomodir berupa program dan kegiatan pada bidang kepemudaan di dalam APBD Kota Bukittinggi”, pungkas Ibnu  Aziz. (h/tot)

Reporter : Gatot /  Editor : Heldi


Ikuti kami di