Harian Haluan

Harianhaluan.com

Home »

MUI Jabar Tolak Wacana Khotbah Salat Jumat Diatur Kemenag

MUI Jabar Tolak Wacana Khotbah Salat Jumat Diatur Kemenag
Ilustrasi. MUI Jabar 

BANDUNG,HARIANHALUAN.COM- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menolak k wacana Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung yang akan mengatur naskah khotbah Salat Jumat. MUI menilai aturan tersebut adalah tindakan pengekangan.

Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar mengatakan jika wacana tersebut benar untuk menyeragamkan isi ceramah Salat Jumat di masjid-masjid di Kota Bandung, maka hal tersebut malah akan menyulut reaksi masyarakat.

"Kalau maksudnya itu menyeragamkan apalagi sampai menyediakan teks umpamanya, ini menurut saya tidak bagus. Bahkan berpotensi mengundang reaksi yang menimbulkan keriuhan juga," ucap Rafani, Rabu (22/1).

Bahkan, aturan tersebut malah akan masuk terlalu jauh pada hak dasar beragama yang ujung-ujungnya akan melanggar hak asasi manusia.

"Karena kalau penyeragaman, kalau diseragamkan apalagi teks sama itu artinya sama dengan mengekang kebebasan beragama. Nanti orang mengait-ngaitkan dengan hak asasi. Kan hak asasi harus mengakui kebebasan beragama," kata dia.


Sebelumnya, Kemenag Kota Bandung berencana akan mengatur naskah khotbah Salat Jumat dengan alasan untuk melindungi rambu-rambu toleransi.

Sementara MUI Kota  Bandung  juga menolak  jika kemenag membuat materi khutbah yang harus disampaikan oleh seluruh dai tiap Jumat. 

"Kalaumenuliskan teks khotbah Jumat dengan tujuan melengkapi teks khotbah yang ada atau menyempurnakan baik-baik saja," ujar Sekretaris MUI Kota Bandung, Irfan Syafrudin, Rabu (24/1).


Menurutnya, penyeragaman dan diaturnya materi khotbah tersebut bertentangan dengan Pancasila. "Tidak boleh, tidak setuju. Kota Bandung itu sudah kondusif, toleran. Ada radikalisme tapi tidak laku sebab masyarakat terdidik dan sudah dewasa," katanya.

 Kepala Kemenag Kota Bandung, Yusuf Umar mengatakan usulan tersebut masih wacana dan terlebih dahulu akan meminta masukan dari berbagai pihak. 
Menurutnya jika maslahat maka akan dilanjut akan tetapi jika tidak maslahat tidak akan dilanjutkan

 Sumber : Republika-Bisis.com /  Editor : Dodi
Ikuti kami di