Harian Haluan

Harianhaluan.com

Begini Perkembangan Tol Padang—Sicincin Setelah Tersendat 2 Tahun

Begini Perkembangan Tol Padang—Sicincin Setelah Tersendat 2 Tahun
alah satu fokus pembangunan konstruksi tol Trans Sumatera pada 2020 adalah Ruas Pekanbaru-Padang sepanjang 254,80 km. Ruas ini merupakan koridor penghubung yang menghubungkan Provinsi Riau dan Sumatera Barat, yang terdiri dari 6 (enam) seksi yaitu Seksi I Padang-Sicincin (36,15km). Istimewa/PT Hutama Karya (Persero). 

PADANG, HARIANHALUAN.COM - PT Hutama Karya (Persero) melakukan sinergi dengan Polda Sumatra Barat untuk mempercepat pembangunan jalan tol Padang—Sicincin, bagian dari ruas Padang—Pekanbaru. Sejak tahap pemancangan tiang perdana pada Februari 2018, progres proyek berjalan lambat.

Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo mengatakan bahwa hingga saat ini perseroan baru bisa mengerjakan konstruksi sepanjang 1,30 kilometer atau hanya 4,27 persen dari rencana 30,40 kilometer. Progres yang lambat itu disebabkan oleh proses pembebasan lahan yang berjalan alot.

“Harapan kami ke depan pembangunan bisa cepat progresnya, didukung sinergi percepatan pembangunan dari Polda Sumbar, pemprov setempat dan pihak lainnya,” jelas Bintang melalu siaran pers beberapa waktu lalu.

Proyek jalan tol Padang—Sicincin akan melewati 15 nagari yang tersebar di 5 kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman.

Dalam catatan Bisnis, sejauh ini lahan sepanjang 4,2 kilometer secara hukum sudah dikuasai negara. Namun, sebagian dari pemilik lahan masih keberatan dengan nilai ganti rugi.

Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno sebelumnya mengatakan bahwa pemprov akan terus melakukan mediasi dengan masyarakat yang keberatan dengan nilai penggantian tanah.

Dia menegaskan bahwa tidak ada yang bisa menghambat pembangunan strategis untuk kepentingan masyarakat banyak.

"Sudah kami dekati, uang juga sudah tersedia. Kalau seandainya masih mengganggu ya, tidak ada jalan lain, polisi akan turun tangan," tuturnya.

Di sisi lain, trase jalan tol Padang—Sicincin juga mengalami perubahan sehingga panjang jalan tol ini diubah menjadi 36,15 kilometer.

SEVP Divisi Pengembangan Jalan Tol Hutama Karya Agung Fajarwanto mengatakan bahwa trase diubah karena trase awal ditentang oleh pemilik tanah sehingga proses perencanaan harus diulang, termasuk proses pengadaan tanah.

“Warga di Nagari Sungai Abang, Nagari Lubuk Alung, dan Nagari Sicincin menolak tanahnya dibebaskan karena merupakan tanah pusaka tinggi dan lahan produktif,” jelas Fajar.

Jalan tol Padang—Sicincin merupakan seksi 1 dari ruas jalan tol Padang—Pekanbaru. Seksi 1 berlanjut ke seksi 2 Sicincin—Bukittinggi (38 kilometer) dan seksi 3 Bukittinggi—Payakumbuh (34 kilometer). Kemudian, seksi 4 Payakumbuh—Pangkalan (58 kilometer), seksi 5 Pangkalan—Bangkinang (56 kilometer), dan Seksi 6 Bangkinang—Pekanbaru (38 kilometer).

Bintang menuturkan bahwa jalan tol Padang—Pekanbaru dengan panjang total 254,80 kilometer menjadi salah satu fokus pembangunan jalan tol Trans-Sumatra tahun ini.

Hingga 2019, Hutama Karya telah membangun jalan tol Trans-Sumatra sepanjang 548 kilometer dengan 364 kilometer di antararanya telah beroperasi.

Jalan tol Padang-Pekanbaru diharapkan bisa meningkatkan konektivitas Sumatra Barat dengan Riau sehingga berdampak pada pertumbuhan perekonomian di kedua provinsi.

Keberadaan jalan tol diestimasi bisa merangsang geliat sektor pariwisata dan pertanian karena waktu tempuh lewat jalan tol lebih singkat. (h/ekb)
 

 Sumber : Ekonomi Bisnis /  Editor : Heldi
Ikuti kami di