Harian Haluan

Harianhaluan.com

Home »

pemda

Polres Limapuluh Kota Selidiki Percobaan Penculikan Anak

Polres Limapuluh Kota Selidiki Percobaan Penculikan Anak
Kasatredkrim Polres Limapuluh Kota, AKP Anton Luther saat diwancarai awak media. 

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM -- Tim Satreskrim Polres Limapuluh Kota, bersama Polsek Harau, melakukan penyelidikan terhadap dugaan percobaan penculikan seorang siswa SDN 01 Sarilamak.

"Kita sedang melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap dugaan percobaan penculikan anak yang dilaporkan ke Polsek Harau, Rabu dan kejadiannya Selasa," kata Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Sri Wibowo melalui Kasatreskrim Polres Limapuluh Kota, AKP Anton Luther, di Mapolres setempat, Kamis (13/2/2020).

Dikatakan, orangtua korban yakni, Oktaviana Puspita Sari (32) sebelumnya sudah membuat laporan polisi ke Polsek Harau, Rabu (12/2/2020) dengan Laporan Polisi TBL/12/II/2020/Res 50 Kota/Sek Harau. Ia datang melaporkan tentang tindak pidana percobaan penculikan anak yang terjadi pada Selasa 11 Februari 2020 sekitar pukul 16.00 WIB bertempat di depan SDN 01 Sarilamak. 

Menurut Kasatreskrim, AKP Anton Luther, dugaan percobaan penculikan tersebut, baru pertama kali terjadi di wilayah hukum Polres Limapuluh Kota. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengawasi anak masing masing.

"Tim kita dari Polres Limapuluh Kota, bekerja sama dengan Polsek Harau tengah melakukan penyelidikan karena memang laporannya masuk di Polsek Harau,” ujar Kasatreskrim AKP Anton Luther.

Informasi sebelumnya, seorang ibu di Limapuluh Kota, Oktaviana Puspita Sari melaporkan dugaan upaya penculikan terhadap putrinya, Kharinza Putri Yudia. Kejadiannya diawali di tempat parkir sepeda di depan SDN 01 Sarilamak, Kecamatan Harau. 

Ketika itu anaknya hendak pulang sekolah pukul 16.00 WIB karena di hari itu ia masuk siang, yaitu pukul 12.30 WIB. "Pada hari itu, anak saya pulang lebih awal dari lokal lainnya, dan kondisi saat itu sudah sepi," ujarnya setelah membuat laporan ke polisi, Rabu (12/2).

Menurut Oktaviana, dugaan pelaku menggunakan Mobil Avanza putih tanpa plat nomor. Dan memang Mobil Avanza itu terparkir dipinggir jalan tidak jauh dari lokasi, hal itu terlihat oleh saksi dan Kharinza. 

Sementara itu, Kharinza Putri Yudia mengakui, seseorang menghampirinya dan membujuknya dengan eskrim, jalan-jalan. "Saya ditawari eskrim, dibilang tidak. Kemudian dia ajak jalan-jalan, ditolak, dipegangnya dan ditariknya tas sampai putus," tuturnya. (*)

Reporter : Zulkifli /  Editor : Milna
Ikuti kami di