Harian Haluan

Harianhaluan.com

Korban 1 Tewas dan 1 Hilang, Banjir dan Longsor Terjang Pasaman

Korban 1 Tewas dan 1 Hilang, Banjir dan Longsor Terjang Pasaman
Lokasi bencana banjir bandang dan longsor. Ist 

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM--Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Nagari Muaro Seilolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, Sabtu (15/2) sore, menelan korban jiwa. 


Dari tiga warga yang dinyatakan hilang di lokasi bencana, dua diantaranya sudah ditemukan, satu tewas, satu selamat dan satu hilang. 


Dari informasi yang dihimpun, nama ketiga korban, yakni Minas (46) warga Pintuai, ditemukan tewas usai tertimbun material longsor di ladang miliknya. 


Sementara Uzi (18), korban selamat namun dalam kondisi kritis. Seorang warga lagi bernama Timah (49), jenis kelamin perempuan sampai malam ini belum ditemukan. 


"Info dari Sekcam Mapattunggul Selatan, dari dua yang ditemukan, satu meninggal dunia. Satu masih hilang dan sedang dilakukan pencarian malam ini juga," ujar Kepala BPBD Kabupaten Pasaman, Ricky Riswandi. 


Bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Mapattunggul Selatan, terjadi disejumlah titik. Diantaranya, longsor ladang di daerah Lubuk Pangkalan, Pintuai. 


"Di lokasi ini menyebabkan 3 orang warga tertimbun longsor. 2 orang sudah ditemukan. Satu selamat, satu meninggal dunia. Satu lagi masih dalam pencarian," katanya. 


Berikutnya, bencana tanah longsor juga terjadi di Sei Tuor dan menutupi badan jalan sepanjang jalan Pangian menuju Sei Lolo, sehingga akses jalan tertutup.


Titik bencana berikutnya, banjir di Sei Lolo dengan ketinggian air lebih kurang 50 cm. Sejumlah rumah warga dilaporkan rusak. Warga setempat sudah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, tepatnya di SD 08 Sei Lolo.


Dikatakan, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Pasaman, beranggotakan enam orang sudah diterjunkan menuju ke lokasi bencana untuk melakukan evakuasi terhadap warga terdampak bencana. 


"Sudah kita terjunkan ke TKP, ada enam orang anggota TRC. Ditambah dari Basarnas Pasaman sebanyak lima orang. Mereka sudah menuju lokasi bencana," ujarnya. 


Sulitnya akses serta beratnya medan menuju ke lokasi bencana, kata dia, membuat pihaknya kewalahan. Butuh waktu tiga jam lebih dari Kota Lubuksikaping agar bisa tiba di lokasi. 


"Kita belum dapat gambaran, akses sangat sulit. Komunikasi juga sulit, karena jaringan telekomunikasi tidak ada. Nanti, info updatenya kita kabarkan lagi," ujarnya. (*)

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : DavidR
Ikuti kami di