Harian Haluan

Harianhaluan.com

Wuih! Kencan Online Jadi Trend Para Jomblo

Wuih! Kencan Online Jadi Trend Para Jomblo
Penelitian di AS menyebut kencan online mendongkrak belanja jomlo, mulai dari krim cukur hingga minyak rambut. Ilustrasi. (Istockphoto/Martin-dm). 

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Di era teknologi maju seperti saat ini, mencari jodoh bukanlah hal yang rumit. Banyaknya aplikasi kencan online telah mengubah cara orang mencari calon pasangan, termasuk konsumsi jomlo dalam membelanjakan uang mereka.

Penelitian dari Amerika Serikat (AS) Pew Research Center bahkan menyebut kencan online telah berkontribusi membentuk konsumsi baru rumah tangga. Misalnya, riset mencontohkan umumnya pasangan yang menikah buru-buru membeli rumah untuk kehidupan bersama keluarga baru.

Namun, tidak demikian dengan pasangan era sekarang, yang memilih menunda pernikahan karena alasan finansial yang belum matang. Mereka ini cenderung untuk menyewa sebuah rumah atau apartemen, menjalani hubungan dengan pasangan sambil memikirkan masa depan jangka panjang.

Pendiri dan CEO Tyro Capital Management Daniel McMurtie mengatakan penggunaan aplikasi kencan online bagi orang dewasa di AS dari 30 persen menjadi 50 persen membuat belanja pendidikan, sewa rumah atau apartemen telah meningkat. Di sisi lain, belanja pembelian rumah semakin berkurang.

"Peningkatan penggunaan ponsel pintar dan kemudahan aplikasi kencan online telah mengubah permainan, termasuk cara lajang membelanjakan uang mereka. Evolusi ini memiliki dampak ekonomi karena mendorong pengeluaran dan mendorong konsumsi rumah tangga," jelasnya, seperti dilansir AFP, belum lama ini.

Ia mencontohkan booming produk perawatan kulit bagi pria, seperti krim cukur, minyak rambut, dan jenggot. Sebaliknya, belanja parfum atau wewangian untuk pria biasa-biasa saja.

"Kenapa? Karena pria lajang ingin tampil lebih menarik dalam gambar profil aplikasi kencan. Sementara, parfum tidak tercium lewat swafoto (selfie) mereka," terang dia.

Bersamaan dengan itu, pemain utama di aplikasi kencan online, seperti Tinder, Bumble, dan Hinge meraup uang lebih banyak lewat fitur berlangganan, yang memungkinkan pengguna memperluas akses mereka saat berselancar mencari calon pasangan.

Keuntungan yang diperoleh aplikator kencan online terus bertambah dari kerja sama yang terjalin dengan restoran, tempat hiburan, hingga toko kosmetik ketika mereka memfasilitasi pengguna untuk bertransaksi.

"Untuk kencan di New York, Anda menghabiskan setidaknya US$100, mungkin US$200. Tinder mendapat 59 sen setiap hari per pengguna yang berlangganan. Berapa persen yang bisa diambil Tinder jika mereka membantu memfasilitasi transaksi tersebut? Ini bukan tentang masalah sosial yang hebat, tetapi juga dampak ekonomi yang besar," pungkasnya. (*)

 Sumber : CNN /  Editor : Milna
Ikuti kami di