Harian Haluan

Harianhaluan.com

Cerita Pilu Mahasiswa Indonesia di Wuhan : Buka Masker Cuma Pas Mandi dan Makan

Cerita Pilu Mahasiswa Indonesia di Wuhan : Buka Masker Cuma Pas Mandi dan Makan
Warga Negara Indonesia (WNI) usai menjalani masa observasi selama 14 hari terkait virus corona di Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Natuna. Foto/Tempo 

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Mahasiswi Universitas WuhanYusuf Azhar menceritakan pengalamannya terisolasi selama 10 hari di kota tempat kuliahnya karena virus corona merebak. Pria berusia 21 tahun itu mesti terus menggunakan masker dalam kesehariannya.

"Masker cuma buka pas mandi dan makan. Awalnya gak nyaman karena sepanjang hari harus pakai masker," kata Yusuf saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu, 15 Februari 2020.

Kementerian Kesehatan memulangkan 238 warga negara Indonesia (WNI) plus 1 warga negara asing yang dikarantina atau diobservasi di Natuna, hari ini, Sabtu, 15 Februari 2020. Dua ratusan orang ini dikarantina setelah Pemerintah Indonesia mengevakuasi mereka dari Cina pada 2 Februari 2020 untuk menghindari wabah virus corona.

Ads by Kiosked

Ia menuturkan pemerintah telah menyediakan satu boks masker di setiap asrama warga Indonesia yang tinggal di Wuhan. Meski Wuhan telah terisolasi, kata Yusuf, masyarakat masih tetap bisa berinteraksi di sana.

"Kami hanya tidak boleh keluar terlalu jauh dari dormitori, kecuali untuk membeli makanan dan keperluan sehari-hari. Itu pun maksimal 500 meter."

Selama virus merebak, warga Indonesia lebih memilih membeli makanan yang tertutup dan memasaknya sendiri. Warga Indonesia menghindari membeli makan di restoran. "Kami disarankan membeli bahan mentah dan memasaknya sendiri," ujarnya.

Yusuf berharap kondisi Wuhan bisa pulih kembali. Sebab, ia ingin kembali melanjutkan perkuliahan yang telah mulai aktif kembali sejak 12 Februari lalu. "Kemarin sempat kuliah online."

Mahasiswa jurusan Sastra Mandarin itu menyatakan bakal kembali lagi ke Wuhan jika kota itu telah dinyatakan aman. "Saya ingin segera kembali," ujarnya. (*)

 Sumber : Tempo /  Editor : Milna
Ikuti kami di