Harian Haluan

Harianhaluan.com

PDAM Sawahlunto Sakit, Butuh Rp25 M untuk Perbaikan

PDAM Sawahlunto Sakit, Butuh Rp25 M untuk Perbaikan
Walikota, Deri Asta saat meninjau rumah Pompa Rantih yang saat ini tengah rusak dan mengakibatkan sistim IPA Kayu Gadang terganggu dan suplay air di Kecamatan Barangin juga terganggu. RIKI YUHERMAN 

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Butuh Rp25 miliar bagi pemerintah Kota Sawahlunto, untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang tengah tejadi Perusaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

Walikota Deri Asta menilai, kondisi PDAM Sawahlunto dalam keadaan sakit, karena banyak persoalan menahun yang butuh penanganan, salah satunya disebabkan biaya produksi yang tinggi sedangkan harga jual masih rendah.
"Belum lagi tingkat kebocoran jaringan pipa PDAM yang mencapai 39 persen sehingga volume air yang  dijual ke masyarakat hanya 60 persen. Dimana kebocoran pipa ini ada yang disebabkan bencana alam dan ada yang faktor usia," ujar Wako.

Disebabkan keterbatasan anggaran di APBD jata Deri, pihaknya terus mencari jalan alternatif sumber dana lain. Salah satunya melalui Kementrian PUPR serta melakukan penjajakan bantuan pendanaan melalui Bank Dunia.
"Hasil penjajakan yang dilakukan, Bank Dunia bersedia membantu  pendanaan  sebesar 60 persen sementara 40 persen lagi dialokasikan melalui dana dari Kementrian PU," katanya.

Sebelumnya, suplay air kepelanggan PDAM Sawahlunto tengah terganggu disebabkan terjadinya kerusakan trafo pada pompa air di Rantih. Kerusakan trafo tersebut juga mempengaruhi sistem Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kayu Gadang, sehingga PDAM dengan kondisi tersebut kekurangan produksi air sebesar 50 liter/detik.(h/rki)

 

Reporter : Riki Yuherman /  Editor : Heldi
Ikuti kami di